TLDR
Metode pra-penyemaian kristal-solvat dapat meningkatkan stabilitas dan efisiensi sel surya perovskite. Tim berhasil mengatasi tantangan pada interface terkubur yang biasa menyebabkan cacat pada sel surya. Inovasi ini membuka jalan untuk produksi modul sel surya berskala besar dengan efisiensi tinggi. Tim peneliti dari Qingdao Institute of Bioenergy and Bioprocess Technology (QIBEBT) di Cina mengembangkan cara baru untuk mengatasi masalah di lapisan interface tersembunyi pada solar cell perovskite terbalik. Lapisan ini menjadi tantangan karena sering menyebabkan cacat elektronik dan kerusakan yang menurunkan kinerja dan umur perangkat.Pengembangan metode crystal-solvate (CSV) pre-seeding memungkinkan kristal perovskite tumbuh dengan sangat teratur dari bawah ke atas. Nanokristal khusus yang digunakan bekerja sebagai template yang membantu perbaikan struktur dan mengurangi kekosongan di lapisan dasar tersebut.Selain itu, teknik ini juga meningkatkan daya basah permukaan yang biasanya sukar dilapisi dan mengeluarkan molekul pelarut secara bertahap selama proses pemanasan untuk memperbaiki cacat dan menyusun ulang kristal pada interface. Proses ini menjadikan film perovskite lebih sempurna dan kuat.Dengan metode ini, peneliti berhasil membuat mini-modul berukuran hampir 50 cm dengan efisiensi konversi daya mencapai 23,15%. Hebatnya, efisiensi modul besar ini hampir tidak berkurang dibandingkan dengan sel kecil, menunjukkan potensi produksi massal yang stabil.Penemuan ini tidak hanya menjanjikan untuk panel surya tapi juga dapat diterapkan pada teknologi semikonduktor dan perangkat pemancar cahaya lainnya. Metode ini membuka peluang besar untuk kemajuan teknologi energi terbarukan dan elektronik.