AI summary
Penelitian ini menawarkan solusi inovatif untuk mengurangi kehilangan foton dalam sel surya perovskit bifasial. Efisiensi dan stabilitas sel surya baru menunjukkan potensi besar untuk aplikasi dunia nyata. Penggunaan aditif multifungsi dapat meningkatkan kualitas film perovskit dalam proses produksi. Para peneliti di China telah mengembangkan strategi baru untuk mengatasi masalah utama pada solar sel generasi berikutnya, khususnya photon loss yang membatasi performa bifacial perovskite solar cells (Bi-PSCs). Metode ini memungkinkan pembuatan lapisan film perovskite tebal yang berkualitas tinggi.Bifacial perovskite solar cells dapat menyerap cahaya dari dua sisi, namun menggunakan elektroda belakang yang tidak reflektif, sehingga banyak cahaya hilang dan menurunkan efisiensi. Oleh karena itu, pendekatan baru ini mengupayakan peningkatan efisiensi dengan memperpanjang jalur cahaya melalui lapisan perovskite tebal.Pendekatan ini menggunakan aditif khusus bernama 1-ethyl-3-guanidinium thiourea hydrochloride (EGTHCl) yang mengatur proses kristalisasi dan membantu menghasilkan film yang padat dan seragam tanpa cacat. Hal ini menjadikan solar sel lebih stabil dan efisien.Hasilnya sangat menjanjikan, dengan solar sel yang mencapai power conversion efficiency sebesar 23,4% dan kehilangan arus sangat kecil. Selain itu, solar sel ini mampu bertahan mempertahankan lebih dari 80% performanya selama 2.000 jam pemaparan cahaya terus menerus.Penemuan ini membuka jalan bagi penerapan praktis dan skala besar teknologi bifacial perovskite solar cells yang lebih efisien dan tahan lama di masa depan, menjawab kebutuhan energi terbarukan yang semakin meningkat.
Penemuan ini merupakan lompatan besar bagi teknologi perovskite yang sebelumnya terbatas oleh masalah photon loss dan kualitas film. Pendekatan aditif untuk mengatur kristalisasi jelas membuka peluang baru dalam meningkatkan stabilitas dan efisiensi, membuat Bi-PSCs jauh lebih kompetitif dibandingkan teknologi solar cell lainnya.