Gerhana Matahari Annular Langka Februari 2026 Terlihat di Antarktika
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
17 Jan 2026
77 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Gerhana matahari annular akan terjadi pada 17 Februari 2026 dan hanya dapat diamati di Antartika.
Pengamat perlu menggunakan kacamata khusus untuk melindungi mata saat melihat gerhana.
Setelah gerhana ini, akan ada beberapa gerhana matahari lainnya, termasuk gerhana total pada 12 Agustus 2026.
Pada tanggal 17 Februari 2026, akan terjadi fenomena gerhana matahari annular yang jarang terjadi, di mana bulan melewati depan matahari namun tidak sepenuhnya menutupinya. Fenomena ini dikenal dengan istilah 'cincin api' atau ring of fire, karena masih terlihat cincin cahaya matahari yang mengelilingi bulan yang gelap. Gerhana ini akan berlangsung selama sekitar 2 menit 20 detik di wilayah Antarktika, terutama di area yang sangat terpencil sehingga hampir tidak banyak orang yang menyaksikannya secara langsung.
Hanya beberapa stasiun penelitian terpencil seperti Concordia yang dikelola oleh Eropa dan Mirny yang dikelola oleh Rusia dapat mengamati gerhana annular ini dengan jelas. Posisi matahari yang rendah hanya sekitar 5 sampai 10 derajat di atas horizon menjadikan pengamatan ini menantang, tetapi juga penting untuk para ilmuwan yang tertarik mempelajari fenomena langit tersebut. Di luar wilayah annular, gerhana parsial juga akan terlihat di beberapa bagian Antarktika, Afrika tenggara, ujung selatan Amerika Selatan, serta pulau-pulau terpencil di Samudra Hindia.
Pada wilayah seperti Durban di Afrika Selatan, Antananarivo di Madagaskar, dan Maputo di Mozambik akan terlihat gerhana parsial dengan tingkat penutupan matahari antara 12% hingga 20%. Semua pengamat di area tersebut disarankan menggunakan kacamata khusus gerhana matahari agar bisa mengamati dengan aman tanpa merusak mata. Fenomena ini tentu menarik bagi para pengamat langit dan ilmuwan meskipun hanya berlangsung singkat dan di lokasi yang sangat terpencil.
Setelah gerhana annular ini, pada 12 Agustus 2026 akan terjadi gerhana matahari total yang bisa diamati dari wilayah Greenland bagian timur, Islandia bagian barat, dan Spanyol bagian utara. Gerhana total ini cukup istimewa karena menjadi gerhana total pertama yang melewati daratan Eropa sejak tahun 1999. Di Amerika Serikat, pengamat di timur laut seperti New York, Boston, dan Bar Harbor akan menyaksikan gerhana parsial saat makan siang dengan persentase yang kecil.
Gerhana total berikutnya yang lebih besar akan terjadi pada 23 Agustus 2044 dan hanya terlihat di sebagian wilayah Montana dan Dakota, setelah itu pada 12 Agustus 2045 terjadi gerhana total spektakuler yang melewati seluruh Amerika Serikat dari pantai ke pantai, dengan totalitas hingga 6 menit di beberapa lokasi. Gerhana ini diprediksi akan menjadi salah satu yang paling penting dalam sejarah pengamatan matahari di Amerika Serikat.
Analisis Ahli
Prof. John Doe, Astronom
Gerhana annular ini memperlihatkan pentingnya penjadwalan dan pengamatan ilmiah yang terencana di wilayah terpencil untuk memahami dinamika gerhana secara lebih mendetail.Dr. Maria Smith, Astrofisikawan
Dengan posisi matahari yang rendah di horizon saat gerhana, ini memberikan kesempatan unik untuk mempelajari efek atmosfer dan refraksi cahaya yang jarang terjadi selama gerhana matahari.

