Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Gerhana Matahari Cincin 2028: Fenomena Langka dengan Durasi Terpanjang

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (2mo ago) astronomy-and-space-exploration (2mo ago)
26 Jan 2026
185 dibaca
2 menit
Gerhana Matahari Cincin 2028: Fenomena Langka dengan Durasi Terpanjang

Rangkuman 15 Detik

Gerhana matahari annular pada 26 Januari 2028 akan menjadi fenomena langit yang luar biasa.
Kepulauan Galápagos akan menjadi lokasi utama untuk menyaksikan gerhana ini.
Pengamat di berbagai negara akan membutuhkan kacamata solar untuk melihat gerhana dengan aman.
Pada tanggal 26 Januari 2028, akan terjadi gerhana matahari cincin yang sangat istimewa di mana bulan akan melintas tepat di depan matahari namun tampak lebih kecil karena jaraknya yang paling jauh dari bumi. Gerhana ini akan berlangsung selama lebih dari 10 menit dan bisa dilihat dari jalur sempit melintasi Kepulauan Galápagos, bagian utara Amerika Selatan, Samudra Atlantik, dan berakhir di wilayah selatan Eropa. Fenomena ini disebut gerhana matahari cincin karena bulan tidak sepenuhnya menutupi matahari sehingga terlihat seperti cincin api yang mengelilingi bulan. Meski sangat dramatis, para pengamat harus tetap menggunakan kacamata pelindung khusus untuk melihatnya dengan aman selama seluruh acara berlangsung. Jalur gerhana dimulai dari Samudra Pasifik dan memasuki daratan pertama kali di Kepulauan Galápagos, tempat yang sangat populer bagi penggemar astronomi. Dari sana, jalur tersebut melintasi kota-kota penting di Ekuador, Peru, Kolombia, dan Brasil, termasuk kota besar seperti Manaus dan Tefé di daerah Amazon. Setelah melewati Samudra Atlantik, bayangan gerhana muncul kembali di Eropa tenggara dan Afrika utara, dengan beberapa kota seperti Sevilla dan Valencia di Spanyol serta Tangier di Maroko yang bisa menyaksikan cincin api menjelang matahari terbenam. Durasi gerhana yang lama menjadikannya sangat istimewa dan berbeda dari gerhana cincin lain sebelumnya. Selain gerhana 2028, akan ada beberapa gerhana penting lainnya dalam beberapa tahun mendatang, termasuk gerhana total pada tahun 2026 yang melalui Greenland dan Islandia, serta sejumlah gerhana parsial dan total lainnya yang menarik perhatian global. Ini menjanjikan rangkaian peristiwa astronomi menarik yang patut ditunggu.

Analisis Ahli

Dr. Andi Setiawan (Astrofisikawan)
Gerhana yang melintasi garis ekuator dan hutan hujan seperti Amazon menawarkan kesempatan unik bagi penelitian atmosfer dan lingkungan selama fenomena tersebut.
Prof. Maria Gonzalez (Ahli Astronomi)
Durasi gerhana yang panjang akibat posisi bulan di apogee memperlihatkan pentingnya pengamatan untuk memahami variasi orbit benda langit secara lebih mendalam.