Kemampuan Membaca Mahasiswa Generasi Z AS Menurun, Dosen Harus Turunkan Standar Akademik
Courtesy of CNBCIndonesia

Kemampuan Membaca Mahasiswa Generasi Z AS Menurun, Dosen Harus Turunkan Standar Akademik

Mengungkap penurunan kemampuan membaca mahasiswa generasi Z di AS dan dampaknya terhadap proses pendidikan agar pembaca memahami krisis dalam literasi generasi muda saat ini.

27 Feb 2026, 13.50 WIB
262 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Kemampuan membaca mahasiswa gen Z sangat rendah, mempengaruhi proses belajar mengajar.
  • Faktor-faktor seperti Covid-19 dan perubahan kebiasaan konsumsi informasi berkontribusi pada penurunan kemampuan membaca.
  • Akademisi mulai mengubah metode pengajaran untuk mengatasi masalah ini, termasuk mengurangi tugas membaca.
Jakarta, Amerika Serikat - Saat ini, banyak dosen di kampus-kampus di Amerika Serikat menghadapi masalah besar dengan kemampuan membaca mahasiswa generasi Z yang sangat rendah. Masalah ini begitu nyata sampai mereka harus menurunkan standar akademik agar proses belajar tetap bisa berjalan. Hal ini tentu saja menjadi tanda peringatan penting terkait kualitas pendidikan di masa depan.
Profesor sastra dari Pepperdine University, Jessica Hooten Wilson, bahkan harus menghapus tugas membaca di luar kelas karena mahasiswa tidak mampu membaca teks sebelum kelas dimulai. Sebagai gantinya, ia mencoba metode membaca bersama di dalam kelas, baris per baris, tetapi cara ini pun tidak terlalu efektif karena banyak mahasiswa masih belum mampu memahami isi bacaan.
Profesor teologi dari University of Notre Dame, Timothy O'Malley, juga mengakui bahwa tugas membaca yang dulu dianggap wajar seperti membaca 25-40 halaman kini terasa sangat berat bagi mahasiswa. Mereka cenderung hanya melakukan scanning atau membaca secara cepat, bahkan lebih mengandalkan ringkasan yang dibuat oleh teknologi AI daripada membaca penuh.
Ada beberapa faktor yang diduga menyebabkan masalah ini, antara lain sistem pendidikan yang rapuh, gangguan akibat pandemi Covid-19 yang membuat pembelajaran terputus, serta perubahan kebiasaan konsumsi informasi generasi muda yang lebih menyukai video dan audio dibanding teks tertulis panjang. Fenomena ini tidak hanya terjadi di kampus, tapi juga terlihat di tingkat nasional AS.
Berdasarkan survei PIAAC, sekitar 59 juta orang dewasa di AS memiliki kemampuan membaca terbawah, dan jumlah orang yang membaca untuk hiburan turun hingga 40% dalam 20 tahun terakhir. Ini mengindikasikan perlunya perhatian serius untuk meningkatkan literasi agar generasi muda dapat bersaing dan memahami dunia yang semakin kompleks.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260227121157-37-714513/banyak-gen-z-masuk-kuliah-tidak-bisa-baca-dosen-sampai-nyerah

Analisis Ahli

Jessica Hooten Wilson
"Mahasiswa generasi Z tidak mampu membaca kalimat sederhana, sehingga metode pembelajaran harus disesuaikan dengan membaca bersama dan diskusi kelas."
Timothy O'Malley
"Pola membaca generasi Z cenderung hanya scanning dan bergantung pada ringkasan berbasis AI, membuat tugas membaca berat tidak efektif."

Analisis Kami

"Masalah kemampuan membaca generasi Z mencerminkan perubahan besar dalam cara mereka menerima informasi, yang belum sepenuhnya didukung oleh sistem pendidikan yang ada. Perlu ada inovasi dalam metode pengajaran yang mengintegrasikan teknologi namun tetap menstimulasi kemampuan analisis dan pemahaman bacaan yang mendalam."

Prediksi Kami

Jika masalah kemampuan membaca ini tidak segera diatasi, kualitas pendidikan dan daya saing generasi muda di AS akan terus menurun, yang berdampak negatif terhadap masa depan tenaga kerja dan literasi nasional.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menjadi perhatian utama dalam artikel ini?
A
Artikel ini membahas penurunan kemampuan membaca di kalangan mahasiswa gen Z di kampus-kampus AS.
Q
Mengapa mahasiswa gen Z memiliki masalah dalam kemampuan membaca?
A
Mahasiswa gen Z mengalami masalah membaca karena sistem pendidikan yang rapuh, pembelajaran terputus saat Covid-19, serta perubahan kebiasaan konsumsi informasi dari teks ke video dan audio.
Q
Siapa Jessica Hooten Wilson dan apa pandangannya tentang mahasiswa gen Z?
A
Jessica Hooten Wilson adalah profesor sastra di Pepperdine University yang mengatakan bahwa mahasiswa gen Z tidak mampu membaca kalimat dengan baik dan menghapus tugas membaca di luar kelas.
Q
Apa yang dilakukan Timothy O'Malley terkait tugas membaca?
A
Timothy O'Malley mengamati bahwa mahasiswa saat ini kesulitan menyelesaikan tugas membaca yang panjang dan lebih sering menggunakan ringkasan berbasis AI.
Q
Apa hasil survei PIAAC yang disebutkan dalam artikel?
A
Survei PIAAC menemukan bahwa 59 juta warga AS memiliki kemampuan membaca dengan kompetensi terendah, menunjukkan tantangan besar di kalangan generasi muda.