AI dan Pengangguran Fresher Picu Turunnya Pendaftaran Universitas di AS
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
05 Feb 2026
292 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Penurunan pendaftaran universitas terkait dengan ketakutan terhadap pengangguran di kalangan lulusan.
AI mempengaruhi keputusan perekrutan dan pelatihan di perusahaan-perusahaan besar.
Institusi pendidikan perlu mengadaptasi dan menyediakan pengalaman kerja yang relevan untuk mahasiswa.
Universitas di Amerika Serikat mengalami penurunan pendaftaran sebanyak 15% dari tahun 2010 hingga 2022. Hal ini terjadi karena banyak calon mahasiswa merasa khawatir setelah lulus mereka sulit mendapatkan pekerjaan yang sesuai.
Tingkat pengangguran bagi lulusan perguruan tinggi baru ternyata cukup tinggi, mencapai 5,8%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pengangguran dari seluruh tenaga kerja, yang berada di angka 2,9%.
Salah satu penyebabnya adalah banyak perusahaan besar yang tidak lagi menyediakan program magang. Padahal, program magang sangat penting untuk memberi pengalaman kerja yang mendukung lulusan mendapat pekerjaan.
AI berperan dalam perubahan ini karena membuat perusahaan harus memikirkan ulang biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk melatih tenaga kerja baru dengan risiko yang tinggi. Biasanya, pelatihan membutuhkan waktu hingga 18 bulan agar investasi tersebut kembali.
Para ahli menyatakan universitas harus beradaptasi dengan cara mengintegrasikan pengalaman kerja berbayar dan relevan untuk mahasiswa agar mereka lebih siap saat menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif di masa depan.
Analisis Ahli
Simon Kho
AI mengubah cara perusahaan menghitung nilai investasi dalam pelatihan talenta baru karena waktu dan biaya yang diperlukan cukup besar.Ryan Craig
Perguruan tinggi harus integrasikan pengalaman kerja berbayar dan relevan sebelum lulus agar mahasiswa siap menghadapi dunia kerja.

