Retakan Serpihan Sampah Antariksa Gagalkan Pulang Taikonaut Shenzhou-20
Courtesy of LiveScience

Retakan Serpihan Sampah Antariksa Gagalkan Pulang Taikonaut Shenzhou-20

Memberikan informasi tentang insiden kritis pertama dalam sejarah penerbangan luar angkasa Tiongkok yang disebabkan oleh serpihan sampah antariksa dan pentingnya mitigasi risiko serta kerja sama awak dan darat untuk keselamatan misi luar angkasa.

26 Feb 2026, 01.49 WIB
266 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Para taikonaut Shenzhou-20 berhasil mengatasi keadaan darurat di luar angkasa.
  • Peningkatan jumlah debris ruang angkasa dapat menimbulkan risiko bagi misi luar angkasa di masa depan.
  • Kerjasama antara tim darat dan kru luar angkasa sangat penting dalam situasi darurat.
Tiangong, Cina - Pada November 2025, tiga astronot Tiongkok dalam misi Shenzhou-20 hampir mengalami kecelakaan serius saat mereka hendak kembali ke Bumi. Para astronot mengetahui ada retakan pada jendela kapsul pulang setelah menemukan tanda berbentuk segitiga yang mencurigakan. Ini menandai pertama kalinya dalam sejarah penerbangan luar angkasa Tiongkok terjadi keadaan darurat terkait kerusakan pesawat.
Komandan Chen Dong awalnya berpikir tanda tersebut seperti daun yang menempel, namun segera menyadari hal itu tidak mungkin terjadi di luar angkasa. Setelah diperiksa, ternyata itu adalah akibat retakan yang bahkan menembus jendela kapsul mereka, memicu kekhawatiran keselamatan besar. Tim darat dan misi bantuan Shenzhou-21 pun segera dihubungi untuk memeriksa kondisi dan menentukan tindakan selanjutnya.
Penundaan keberangkatan dari stasiun luar angkasa Tiangong dilakukan selama sembilan hari sampai kondisi kapsul dinyatakan aman. Selama proses itu, para taikonaut bekerja sama dengan tim darat dengan tenang dan terkoordinasi. Mereka akhirnya bisa kembali ke Bumi menggunakan kapsul Shenzhou-21 setelah menghabiskan 204 hari di orbit, sebuah rekor bagi astronot Tiongkok.
Kejadian ini menunjukkan bahaya nyata dari sampah luar angkasa yang semakin banyak beredar di orbit Bumi. Sampah seperti roket bekas dan bagian kendaraan luar angkasa bisa mengenai pesawat berawak atau tanpa awak, mengancam keselamatan misi. Berbagai ide untuk menanggulangi sampah luar angkasa telah diajukan, tapi belum ada solusi yang siap diterapkan secara luas hingga kini.
Insiden tersebut mengingatkan dunia atas pentingnya peningkatan teknologi dan prosedur keamanan dalam penerbangan luar angkasa. Untuk masa depan, negara-negara dengan program luar angkasa harus mengutamakan manajemen risiko untuk melindungi para astronot agar misi eksplorasi antariksa bisa terus berkembang dengan aman.
Referensi:
[1] https://www.livescience.com/space/space-exploration/chinese-astronauts-describe-moment-a-crack-was-discovered-on-shenzhou-20-spacecraft

Analisis Ahli

Dr. Li Wei (Ahli Antariksa dan Rekayasa Astronautika)
"Kejadian ini adalah peringatan penting bahwa bahkan retakan kecil dapat membahayakan keselamatan misi luar angkasa. Ini menegaskan kebutuhan pengembangan material dan desain kapsul yang lebih tahan terhadap tabrakan dengan sampah antariksa."

Analisis Kami

"Insiden ini menyoroti bagaimana pengawasan dan mitigasi risiko menjadi sangat krusial dalam misi luar angkasa berawak, terutama untuk negara-negara baru di arena eksplorasi luar angkasa. Ke depan, investasi lebih besar dalam teknologi pencegahan sampah antariksa dan protokol darurat akan menjadi prioritas agar misi serupa dapat berjalan lebih aman dan andal."

Prediksi Kami

Ketegangan terkait keselamatan awak luar angkasa akan meningkat sehingga mendorong percepatan pengembangan teknologi pengelolaan dan penghapusan sampah antariksa secara efektif di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi pada misi Shenzhou-20?
A
Misi Shenzhou-20 mengalami keadaan darurat setelah jendela kapsul terdeteksi retak.
Q
Siapa komandan misi Shenzhou-20?
A
Komandan misi Shenzhou-20 adalah Chen Dong.
Q
Bagaimana keadaan jendela kapsul Shenzhou-20?
A
Jendela kapsul Shenzhou-20 mengalami retak yang berpotensi berbahaya.
Q
Kapan taikonaut Shenzhou-20 kembali ke Bumi?
A
Taikonaut Shenzhou-20 kembali ke Bumi pada 14 November 2025.
Q
Apa masalah yang dihadapi oleh para taikonaut terkait debris ruang angkasa?
A
Para taikonaut menghadapi risiko dari debris ruang angkasa yang dapat menyebabkan kerusakan pada kapsul.