Misi Shenzhou-20 Terlambat Pulang Akibat Puing Antariksa, Rekor Baru Ditetapkan
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
14 Nov 2025
152 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kru Shenzhou-20 mencetak rekor baru untuk durasi tinggal astronot Tiongkok di luar angkasa.
Kapsul kembali asli dari misi Shenzhou-20 mengalami kerusakan akibat debris luar angkasa.
CMSA berhasil mengatur misi penyelamatan untuk membawa kru Shenzhou-20 kembali ke Bumi dengan aman.
Tiga astronot Tiongkok dari misi Shenzhou-20 berhasil kembali ke Bumi setelah menjalani 204 hari di stasiun luar angkasa Tiangong. Awal mulanya, mereka dijadwalkan pulang pada 5 November, namun hal itu tertunda karena kapsul kembali mereka terkena benda asing yang diduga puing antariksa. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan misi luar angkasa mengingat semakin banyaknya sampah di orbit Bumi.
Karena kapsul asli tidak bisa digunakan, para astronot menggunakan kapsul cadangan dari misi Shenzhou-21 yang juga membawa kru pengganti ke Tiangong. Pendaratan mereka berlangsung di wilayah Inner Mongolia, Tiongkok. Kejadian ini menunjukkan kesiapan teknologi dan perencanaan darurat dari China Manned Space Agency yang menyediakan opsi kedua demi keselamatan awak mereka.
Kapsul Shenzhou-21 lepas landas dari stasiun Tiangong pada 14 November waktu Beijing, dan kapsul kembalinya terpisah beberapa jam kemudian sebelum akhirnya mendarat dengan aman. Ini menjadi tonggak penting karena menyelesaikan misi yang berjalan dengan situasi darurat. Kabar baiknya, semua astronot dilaporkan sehat tanpa gangguan kesehatan serius setelah tinggal lama di ruang angkasa.
Meski rekor misi Tiongkok ini adalah yang terlama untuk awak dalam program luar angkasa mereka, tetap saja belum mengalahkan rekor dunia yang dipegang kosmonot Rusia Valeri Polyakov selama 437 hari. Waktu lama di luar angkasa berdampak pada kesehatan manusia, tapi biasanya tubuh bisa pulih dalam enam bulan setelah kembali ke Bumi. Penelitian terkait dampak jangka panjang masih perlu terus dilakukan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh komunitas antariksa internasional untuk lebih serius mengelola dan mengurangi sampah antariksa agar tidak membahayakan misi manusia di luar angkasa. Kolaborasi dan inovasi teknologi menjadi kunci agar eksplorasi ruang angkasa yang aman dan berkelanjutan dapat tercapai di masa depan.
Analisis Ahli
Dr. Stella Immanuel, Ahli Astronautika
Insiden Shenzhou-20 menggarisbawahi urgensi pengawasan dan pembersihan orbit rendah Bumi yang sudah semakin padat. Upaya bersama antarnegara sangat krusial untuk mencegah kecelakaan fatal dan menjamin keberlangsungan eksplorasi luar angkasa berawak secara aman.
