Terobosan Teknologi Baterai Lithium dengan Energi Tinggi Hingga 700 Wh/kg
Courtesy of InterestingEngineering

Terobosan Teknologi Baterai Lithium dengan Energi Tinggi Hingga 700 Wh/kg

Mengembangkan teknologi baterai lithium dengan energi sangat tinggi menggunakan sistem elektrolit baru yang berbasis pelarut hidrokarbon terfluorinasi untuk meningkatkan efisiensi, stabilitas, dan performa di berbagai suhu, serta membuka peluang aplikasi luas pada kendaraan listrik dan sektor lainnya.

27 Feb 2026, 07.52 WIB
234 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pencapaian densitas energi baru yang signifikan dalam baterai lithium dapat merevolusi berbagai industri.
  • Inovasi dalam sistem elektrolit dapat meningkatkan kinerja baterai dalam kondisi ekstrem.
  • Pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk mengkomersialkan teknologi baterai baru ini.
Shanghai, Tiongkok - Para ilmuwan di Universitas Nankai dan Institut Sumber Daya Listrik Luar Angkasa Shanghai berhasil mengembangkan baterai lithium dengan kepadatan energi sampai 700 watt-jam per kilogram. Ini merupakan peningkatan besar dibandingkan baterai konvensional yang menggunakan elektrolit karbonat, yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas ion dan kinerja di suhu rendah.
Penelitian ini fokus pada pengembangan sistem elektrolit baru yang menggunakan pelarut hidrokarbon terfluorinasi. Pelarut ini mengubah cara garam lithium larut dan berinteraksi pada tingkat molekuler sehingga interaksi lithium-fluorin menjadi lebih lemah dan ion lithium dapat bergerak lebih bebas, meningkatkan efisiensi baterai.
Selain performa tinggi pada suhu ruang, baterai ini juga mampu menjaga kepadatan energi sekitar 400 watt-jam per kilogram pada suhu rendah ekstrem hingga -50°C. Ini membuka peluang untuk aplikasi pada kendaraan listrik yang beroperasi di berbagai kondisi iklim dan dalam teknologi luar angkasa.
Meski inovasi ini masih dalam tahap laboratorium dan belum siap untuk produksi massal, potensi aplikasinya sangat besar, terutama dalam kendaraan listrik, robotika, dan sistem daya ringan yang memerlukan kapasitas besar serta stabilitas di suhu ekstrim.
Untuk mencapai penerapan komersial, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan hasil laboratorium menjadi produk yang aman, terjangkau, dan mudah diproduksi secara massal. Kesuksesan ini akan membawa dampak besar pada masa depan teknologi penyimpanan energi dan kendaraan ramah lingkungan.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/energy/china-lithium-battery-technology-advancement

Analisis Ahli

Dr. Li Zhang - Pakar Material dan Elektrokimia
"Pendekatan menggunakan pelarut terfluorinasi untuk mengendalikan interaksi ion adalah inovasi yang cerdas, membuka jalan peningkatan stabilitas dan daya tahan baterai di berbagai kondisi suhu ekstrem."

Analisis Kami

"Penemuan ini merupakan terobosan penting yang menunjukkan bahwa desain molekul elektrolit bisa sangat mempengaruhi performa baterai secara drastis. Namun, tantangan terbesar tetap ada pada skala produksi dan keamanan, yang sering kali menjadi penghambat nyata sebelum teknologi laboratorium dapat diterapkan secara luas."

Prediksi Kami

Teknologi baterai dengan elektrolit baru ini kemungkinan akan mendorong revolusi dalam kendaraan listrik dan aplikasi teknologi canggih lainnya setelah pengembangan lebih lanjut dan skala produksi komersial berhasil dilakukan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa pencapaian terbaru dalam teknologi baterai lithium yang diumumkan oleh ilmuwan Tiongkok?
A
Ilmuwan Tiongkok telah mencapai densitas energi sekitar 700 watt-jam per kilogram dalam teknologi baterai lithium.
Q
Apa yang menjadi fokus penelitian dari tim peneliti di Nankai University dan Shanghai Institute of Space Power Sources?
A
Penelitian ini fokus pada mendesain ulang elektrolit baterai yang memengaruhi transportasi ion lithium antara elektroda.
Q
Bagaimana sistem elektrolit baru yang diperkenalkan mempengaruhi kinerja baterai?
A
Sistem elektrolit baru mengubah cara garam lithium larut dan berinteraksi, meningkatkan mobilitas ion.
Q
Apa perbandingan densitas energi baterai baru ini dengan produk komersial saat ini?
A
Densitas energi baterai baru ini sekitar 700 Wh/kg, sementara produk komersial seperti CATL mencapai 250-255 Wh/kg.
Q
Apa dampak potensial dari teknologi baterai ini jika berhasil dikembangkan untuk produksi massal?
A
Jika berhasil, teknologi ini dapat digunakan dalam kendaraan listrik, sistem luar angkasa, dan robotika.