
Courtesy of InterestingEngineering
Baterai Lithium Baru Mampu Berfungsi di Suhu Ekstrem Hingga –29°F
Mengembangkan baterai lithium baru yang dapat beroperasi secara efektif di suhu sangat rendah, hingga –29°F, untuk mengatasi kerugian kapasitas dan kegagalan start-up pada baterai konvensional. Hal ini relevan untuk meningkatkan performa dan keandalan kendaraan listrik dan perangkat elektronik di wilayah beriklim dingin.
15 Feb 2026, 18.36 WIB
197 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Baterai baru ini dapat beroperasi pada suhu ekstrem hingga -29°F, mengatasi kelemahan baterai lithium-ion konvensional.
- Arsitektur baterai mengintegrasikan teknologi canggih untuk meningkatkan kinerja dalam kondisi dingin.
- Inovasi ini memiliki potensi besar untuk aplikasi di kendaraan listrik dan perangkat yang membutuhkan daya dalam lingkungan dingin.
Dalian, China - Para peneliti dari Dalian Institute of Chemical Physics di China berhasil mengembangkan baterai lithium baru yang dapat beroperasi dengan baik di suhu sangat dingin, hingga –29°F. Pada suhu tersebut, baterai konvensional biasanya mengalami penurunan kapasitas yang sangat signifikan. Namun, baterai baru ini mampu mempertahankan lebih dari 85% kapasitasnya bahkan setelah 8 jam di suhu tersebut.
Baterai ini menggunakan kombinasi elektrolit khusus yang diformulasikan untuk suhu rendah, separator cair-padat yang inovatif, serta sistem manajemen daya berbasis kecerdasan buatan (AI). Komponen-komponen ini bekerja sama untuk memaksimalkan pergerakan ion dan menjaga stabilitas listrik, sehingga membuat baterai tetap efisien dan dapat diandalkan di kondisi yang dingin ekstrim.
Salah satu keunggulan utama baterai ini adalah kemampuannya mencegah kegagalan start-up yang biasa terjadi pada baterai lithium-ion konvensional di bawah suhu –4°F. Hal ini sangat penting untuk perangkat seperti kendaraan listrik, drone, dan robot yang digunakan di lingkungan bersuhu sangat rendah agar tetap dapat dioperasikan tanpa masalah.
Tim peneliti telah menguji baterai ini di berbagai aplikasi nyata termasuk drone untuk inspeksi dan komunikasi darurat, serta robot yang beroperasi di ketinggian tinggi atau musim dingin. Tidak hanya itu, baterai ini juga memiliki kemampuan plug-and-play yang membuatnya mudah diaplikasikan ke perangkat yang sudah ada tanpa membutuhkan hardware pemanas tambahan atau isolasi termal kompleks.
Pengembangan ini berpotensi merevolusi penggunaan baterai pada kendaraan listrik yang beroperasi di wilayah bersuhu dingin tinggi, serta memperluas penggunaan baterai tersebut dalam perangkat elektronik, logistik, dan peralatan outdoor. Meski demikian, masih dibutuhkan proses validasi, sertifikasi keamanan, dan integrasi lebih lanjut untuk penggunaan dalam baterai berkapasitas besar seperti di kendaraan listrik.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/energy/chinas-lithium-battery-defies-deep-freeze
[1] https://www.interestingengineering.com/energy/chinas-lithium-battery-defies-deep-freeze
Analisis Ahli
Dr. Li Wei (Ahli Material Baterai)
"Penggabungan elektrolit cair-padat dengan sistem AI adalah pendekatan yang sangat menjanjikan untuk meningkatkan stabilitas ionik di suhu rendah, yang selama ini sulit dicapai dalam baterai konvensional."
Prof. Angela Chen (Spesialis Energi Terbarukan)
"Teknologi ini bisa menjadi game changer untuk kendaraan listrik di daerah bersuhu ekstrem, membuka peluang besar untuk ekspansi pasar di wilayah yang sebelumnya tidak terjangkau."
Analisis Kami
"Inovasi ini merupakan terobosan signifikan untuk mengatasi masalah klasik baterai lithium-ion di suhu dingin, yang selama ini menjadi hambatan besar bagi adopsi kendaraan listrik di wilayah dingin. Jika berhasil diskalakan dan diintegrasikan secara luas, teknologi ini akan memacu kemajuan industri kendaraan listrik dan memperluas pasar mereka secara global."
Prediksi Kami
Dalam beberapa tahun ke depan, baterai ini kemungkinan akan diadopsi secara luas pada kendaraan listrik di negara-negara beriklim dingin dan perangkat yang membutuhkan performa di suhu rendah, setelah melalui proses validasi dan sertifikasi keamanan.
Pertanyaan Terkait
Q
Siapa yang memimpin proyek pengembangan baterai baru?A
Proyek pengembangan baterai baru dipimpin oleh Zhang Meng.Q
Apa yang membedakan arsitektur baterai baru ini dari baterai lithium-ion konvensional?A
Arsitektur baterai baru ini menggabungkan elektrolit suhu rendah dan separator fungsional cair-padat, yang memungkinkan kinerja dalam suhu ekstrem.Q
Dalam kondisi berapa derajat Fahrenheit baterai ini masih dapat berfungsi dengan baik?A
Baterai ini masih dapat berfungsi dengan baik pada suhu -29°F.Q
Apa aplikasi nyata dari baterai baru ini?A
Aplikasi nyata dari baterai baru ini termasuk drone untuk inspeksi dan komunikasi darurat, serta robot yang beroperasi di ketinggian tinggi.Q
Bagaimana teknologi ini dapat mempengaruhi kendaraan listrik di daerah dingin?A
Teknologi ini dapat meningkatkan kinerja kendaraan listrik di daerah dingin dengan menjaga stabilitas dan responsivitas pada suhu rendah.



