Terobosan CATL: Baterai Logam Lithium dengan Energi Tinggi dan Daya Tahan Lama
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
30 Mei 2025
48 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
CATL berhasil mengembangkan baterai lithium metal dengan masa siklus yang lebih lama dan kepadatan energi tinggi.
Konsumsi garam elektrolit LiFSI terbukti menjadi faktor utama dalam kegagalan sel baterai.
Penemuan ini membuka jalan bagi komersialisasi baterai lithium metal dalam aplikasi kendaraan listrik dan penerbangan listrik.
Baterai logam lithium (LMB) dikenal memiliki potensi energi sangat tinggi, sangat cocok untuk kendaraan listrik jarak jauh dan penerbangan elektrik. Namun, selama ini ada kendala besar yaitu sulit mendapatkan baterai yang tidak hanya berenergi tinggi tapi juga tahan lama dalam banyak siklus pengisian dan pengosongan.
Produsen baterai asal Tiongkok, CATL, melakukan penelitian mendalam untuk mencari tahu mengapa baterai LMB cepat rusak. Mereka mengembangkan teknik analisis baru yang mampu mengukur berapa banyak lithium aktif dan komponen elektrolit yang hilang selama siklus baterai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kerusakan bukan karena pelarut rusak atau penumpukan lithium mati seperti yang sebelumnya diasumsikan, tetapi adalah konsumsi garam LiFSI yang terus menerus hingga mencapai 71% di akhir masa pakai baterai.
Dengan mengubah komposisi elektrolit menggunakan pelarut tambahan dengan berat molekul rendah, CATL berhasil meningkatkan kandungan garam LiFSI tanpa menambah berat total elektrolit, sehingga memperbaiki konduktivitas dan menurunkan viskositas. Hasilnya, prototipe baterai baru mencapai umur siklus hingga 483 siklus dengan energi lebih dari 500 Wh/kg.
Penemuan ini dianggap sebagai langkah penting demi mewujudkan baterai logam lithium yang tidak hanya hemat energi tetapi juga tahan lama, membuka peluang pengaplikasian yang lebih luas dalam kendaraan listrik massal dan penerbangan elektrik.



