Samsung Pertahankan Harga Galaxy S26 di AS, Harga Naik di Pasar Lainnya
Teknologi
Gadgets dan Wearable
02 Jan 2026
165 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Samsung berusaha untuk mempertahankan harga jual Galaxy S26 meskipun ada tekanan biaya.
Kenaikan harga pada produk mid-range seperti Galaxy A menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh produsen.
Kelangkaan chip memori dapat berdampak negatif pada permintaan perangkat elektronik konsumen.
Industri perangkat elektronik saat ini menghadapi tantangan besar berupa kelangkaan chip memori yang menyebabkan biaya produksi meningkat. Kenaikan biaya ini berimbas pada kemungkinan kenaikan harga jual HP, termasuk dari produsen besar seperti Samsung.
Samsung dikabarkan akan mempertahankan harga jual seri flagship Galaxy S26 di pasar Amerika Serikat sama dengan seri sebelumnya, yakni mulai dari Rp 13.34 juta (US$799) untuk seri standar. Langkah ini berbeda dengan kondisi pasar di Korea Selatan, Eropa, dan Asia di mana harga diprediksi akan naik akibat perubahan nilai mata uang.
Untuk seri Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra, harga jual dipatok mulai dari Rp 16.68 juta (US$999) dan Rp 21.69 ribu (US$1.299) . Walaupun ini berarti Samsung harus menerima penurunan margin keuntungan hingga 10-15%, margin tinggi di bisnis chip seperti DRAM dan NAND diharapkan mampu menutupi kekurangan tersebut.
Selain flagship, seri HP lipat Galaxy Z Fold8 dan Flip8 juga dilaporkan akan mempertahankan harga. Namun, berbeda dengan seri mid-range Galaxy A yang dikabarkan akan mengalami kenaikan harga tanpa peningkatan hardware berarti, yang berisiko membuat konsumen mengeluarkan uang lebih tanpa mendapatkan nilai lebih.
Secara keseluruhan, kebijakan harga Samsung ini menunjukkan strategi bertahan di tengah tekanan biaya produksi dan persaingan ketat dengan produk rival. Konsumen di sejumlah wilayah mungkin menghadapi harga lebih mahal, sementara pasar AS bisa menikmati harga stabil selama beberapa tahun berturut-turut.


