TLDR
Pemerintah AS menawarkan $171,5 juta untuk proyek energi geotermal. Energi geotermal memiliki potensi besar untuk menghasilkan listrik dan mendukung pertumbuhan industri. Proyek ini diharapkan mendorong investasi swasta dan pengembangan lebih lanjut dalam sektor energi terbarukan. Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Energi mengumumkan dana hibah sebesar 171,5 juta dolar untuk mendukung uji lapangan dan pengeboran eksplorasi energi panas bumi. Tujuan utamanya adalah mengembangkan sumber energi terbarukan yang andal dan terjangkau bagi masyarakat serta memajukan inovasi di sektor energi.Energi panas bumi adalah panas dari dalam bumi yang dapat diambil dari reservoir air panas bawah tanah dengan kedalaman bervariasi. Panas ini digunakan untuk menghasilkan listrik dan berbagai aplikasi lain, dengan potensi besar yang hingga saat ini belum dimanfaatkan secara optimal di Amerika Serikat.Menurut data resmi, pembangkit energi panas bumi di AS menghasilkan 17 miliar kilowatt-jam listrik pada tahun 2023, yang hanya menyumbang 0,4% dari total listrik yang dihasilkan secara nasional. Beberapa negara bagian telah memiliki pembangkit panas bumi yang beroperasi.Dana hibah ini akan mendukung enam jenis proyek melalui berbagai tahap seleksi. DOE menargetkan pengembangan energi panas bumi hingga mampu menghasilkan setidaknya 300 gigawatt listrik pada tahun 2050, yang akan mendukung pertumbuhan industri, pusat data, dan kebutuhan energi domestik lainnya.Bagi calon penerima hibah, tanggal pentingnya adalah 27 Maret untuk pengajuan surat niat dan 30 April untuk pengajuan proposal lengkap. Harapan dari program ini adalah semakin banyak investor swasta yang tertarik berinvestasi di sektor panas bumi, sehingga mempercepat transisi menuju energi terbarukan yang lebih luas.