
Courtesy of CNBCIndonesia
Waymo Perluas Robotaxi di AS, Tantangan dan Peluang Transportasi Masa Depan
Memberikan informasi terkini mengenai ekspansi layanan robotaxi Waymo di AS, tantangan yang dihadapi, serta dampaknya terhadap pasar dan profesi driver online, sehingga pembaca dapat memahami perkembangan teknologi kendaraan otonom serta implikasi sosial dan regulasinya.
25 Feb 2026, 21.00 WIB
164 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Industri robotaxi semakin berkembang meskipun ada tantangan regulasi.
- Waymo memimpin pasar robotaxi di AS dengan ekspansi ke berbagai kota.
- Kehadiran robotaxi dapat mengubah dinamika pekerjaan driver online di masa depan.
Dallas, Houston, San Antonio, Orlando, Miami, Austin, Atlanta, Phoenix, Los Angeles, San Francisco Bay Area, Amerika Serikat - Industri taksi otonom tanpa sopir, yang disebut robotaxi, semakin berkembang pesat di Amerika Serikat dan China. Perusahaan seperti Waymo, Tesla, dan Baidu berlomba memperluas layanan mereka meski masih ada tantangan regulasi dan keamanan. Robotaxi menghadirkan teknologi baru yang dapat mengubah cara orang bepergian dan bahkan memengaruhi pekerjaan para pengemudi taksi dan ojek online.
Waymo, anak usaha Alphabet, kini memperluas layanan robotaxi komersial mereka ke 10 kota di AS, termasuk Dallas, Houston, dan Orlando. Mereka mulai menggunakan teknologi pengemudi generasi kelima dan keenam dalam mobil-mobil, termasuk sedan Jaguar I-PACE dan mobil listrik Ojai yang dibuat bersama Geely. Langkah ini memperkuat posisi Waymo sebagai pionir dalam layanan taksi otomatis di negara tersebut.
Selain pertumbuhan pesat, Waymo mendapat pendanaan besar sebesar Rp 267.20 triliun (US$16 miliar) pada awal tahun 2026 dengan valuasi mencapai Rp 2.10 quadriliun (US$126 miliar) . Namun, perusahaan ini juga menghadapi masalah, seperti penyelidikan dari regulator keselamatan terkait perilaku kendaraan yang pernah menyebabkan kemacetan saat pemadaman listrik di San Francisco. Kritik juga datang terkait transparansi penggunaan asisten manusia jarak jauh yang membantu kendaraan saat menghadapi situasi sulit.
Menurut survei, sebagian besar pengemudi online di AS merasa takut dengan kehadiran robotaxi karena dikhawatirkan akan mengurangi relevansi pekerjaan mereka. Persaingan antara Waymo dengan perusahaan lain seperti Tesla dan Zoox juga semakin sengit. Selain AS, perusahaan China seperti Apollo Go dan WeRide mulai mencoba masuk ke pasar internasional dengan layanan serupa.
Baca juga: Waymo Raih Pendanaan Jumbo Rp 267.20 triliun (US$16 Miliar) , Tantangan Keselamatan Tetap Ada
Robotaxi dipandang sebagai teknologi masa depan yang akan mengubah cara kita bepergian dan berpotensi membuat profesi pengemudi online menjadi usang jika regulasi dan teknologi terus mendukung. Masyarakat dan pembuat kebijakan perlu menyiapkan diri menghadapi perubahan besar ini agar bisa mengantisipasi dampak sosial dan memastikan keamanan pengguna jalan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260225125757-37-713788/kiamat-driver-online-menggila-tandanya-makin-parah-di-amerika
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260225125757-37-713788/kiamat-driver-online-menggila-tandanya-makin-parah-di-amerika
Analisis Ahli
Elon Musk
"Robotaxi berbasis kecerdasan buatan memang masa depan transportasi, tapi tantangan teknis dan keamanan tetap besar dan memerlukan waktu untuk benar-benar matang."
Mary Cummings (Ahli Sistem Otomatisasi dan Keselamatan)
"Transparansi dalam penggunaan asisten jarak jauh sangat penting untuk kepercayaan publik, dan regulasi harus memastikan kendaraan tetap terkendali dengan aman pada kondisi darurat."
Analisis Kami
"Ekspansi agresif Waymo menunjukkan bahwa robotaxi bukan lagi sekadar eksperimen, melainkan masa depan transportasi yang siap mengambil alih pasar. Namun, tantangan teknologi dan regulasi masih harus diatasi agar keselamatan dan kepercayaan masyarakat dapat terjaga, sementara dampak sosial terhadap pekerjaan driver online harus diantisipasi dengan kebijakan yang tepat."
Prediksi Kami
Dengan kemajuan teknologi dan dukungan regulasi yang semakin kuat, robotaxi diperkirakan akan semakin populer dan menggantikan sebagian besar profesi pengemudi online dalam beberapa tahun ke depan, sambil memicu regulasi yang lebih ketat dan adaptasi sosial.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa itu robotaxi?A
Robotaxi adalah layanan taksi otomatis yang tidak memerlukan pengemudi manusia.Q
Siapa yang mengoperasikan Waymo?A
Waymo dioperasikan oleh anak perusahaan Alphabet, yang merupakan perusahaan induk Google.Q
Apa tantangan yang dihadapi industri robotaxi?A
Tantangan yang dihadapi termasuk regulasi yang ketat dan kekhawatiran mengenai keamanan penumpang.Q
Bagaimana ekspansi Waymo mempengaruhi driver online?A
Ekspansi Waymo dapat mengancam keberadaan driver online, yang merasa terancam dengan kehadiran robotaxi.Q
Apa yang dilakukan Waymo untuk meningkatkan keamanan layanan mereka?A
Waymo berupaya meningkatkan keamanan dengan mengumpulkan data dan melakukan penyelidikan terhadap perilaku kendaraan mereka.


