Waymo Gandeng DoorDash Atasi Masalah Pintu Taksi Robot yang Sering Terbuka
Courtesy of CNBCIndonesia

Waymo Gandeng DoorDash Atasi Masalah Pintu Taksi Robot yang Sering Terbuka

Memberikan solusi agar taksi robot Waymo tetap efektif beroperasi meskipun ada kendala teknis dari perilaku penumpang, sekaligus menunjukkan keterbatasan teknologi otonom saat ini dan kebutuhan intervensi manusia.

13 Feb 2026, 17.20 WIB
133 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Waymo menghadapi tantangan operasional dalam layanan taksi robotnya terkait penutupan pintu.
  • Kolaborasi dengan DoorDash dan Honk menunjukkan pentingnya intervensi manusia dalam teknologi otonom.
  • Kerugian yang dialami Waymo mencerminkan tantangan finansial dalam mengembangkan teknologi kendaraan otonom.
Atlanta, Amerika Serikat - Waymo, platform taksi robot yang merupakan bagian dari Alphabet, menghadapi masalah baru di jalan raya dimana penumpang sering lupa menutup pintu mobil dengan rapat saat keluar. Masalah ini menyebabkan taksi tidak bisa melanjutkan perjalanan karena sistem kendaraan otonom menunggu pintu tertutup rapat.
Untuk mengatasi hal tersebut, Waymo bekerja sama dengan pekerja DoorDash di Atlanta yang dibayar US$ 11,25 setiap kali mereka menutup pintu yang terbuka. Notifikasi akan muncul di aplikasi DoorDash bagi pengemudi terdekat agar segera melakukan tugas tersebut.
Selain DoorDash, Waymo juga menggandeng Honk, perusahaan asisten jalan raya, yang membayar lebih mahal yaitu US$ 24 per tugas untuk menutup pintu yang terbuka. Solusi ini diterapkan sementara hingga sistem penutupan pintu otomatis benar-benar siap.
Masalah ini mencerminkan keterbatasan teknologi otonom di kehidupan sehari-hari yang masih memerlukan campur tangan manusia. Pada sidang Senat AS pada Februari 2026, Waymo mengonfirmasi bahwa mereka masih mengandalkan operator manusia sebagai pemberi panduan dalam situasi kompleks yang tak bisa diatasi sendiri.
Waymo saat ini beroperasi di beberapa kota besar Amerika Serikat dan berencana ekspansi ke kota lain seperti Boston dan bahkan London. Hingga awal 2026, mereka diperkirakan memiliki armada sebanyak 2,500 kendaraan otonom.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260213133802-37-710978/profesi-baru-kerja-tutup-taksi-bayaran-tembus-rp-400-ribu

Analisis Ahli

Mauricio Pena
"Para pekerja manusia berperan sebagai pemberi panduan dan bukan mengemudi dari jarak jauh, menunjukkan bahwa teknologi otonom masih memerlukan supervisi manusia untuk keamanan dan efisiensi."

Analisis Kami

"Meskipun teknologi otonom terus berkembang, masalah sederhana seperti pintu yang tak tertutup rapat menunjukkan bahwa masih banyak kendala praktis yang harus diatasi sebelum layanan bisa benar-benar mandiri. Kolaborasi dengan layanan manusia seperti DoorDash adalah solusi sementara yang cerdas, tapi ini juga mengindikasikan bahwa hype otomatisasi penuh belum sepenuhnya terealisasi dalam kehidupan sehari-hari."

Prediksi Kami

Kedepannya, teknologi taksi robot Waymo mungkin akan terus mengandalkan campur tangan manusia di beberapa aspek pengoperasian sampai sistem otonom benar-benar bisa sepenuhnya mandiri dan teruji dalam berbagai situasi kompleks.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa masalah yang dihadapi oleh Waymo dengan taksi robot mereka?
A
Waymo menghadapi masalah penumpang yang lupa menutup pintu taksi robot dengan rapat.
Q
Bagaimana Waymo mengatasi masalah pintu taksi yang tidak tertutup?
A
Waymo mengatasi masalah tersebut dengan menggandeng DoorDash untuk menutup pintu taksi yang dibiarkan terbuka.
Q
Siapa yang bekerja sama dengan Waymo untuk menutup pintu taksi robot?
A
Waymo bekerja sama dengan DoorDash dan Honk untuk menutup pintu taksi robot mereka.
Q
Apa nilai valuasi Waymo dan berapa kerugian yang mereka alami baru-baru ini?
A
Valuasi Waymo mencapai US$ 126 miliar dan mereka mengalami kerugian sebesar US$ 7,5 miliar tahun lalu.
Q
Di kota mana saja Waymo mengoperasikan layanan robotaxi?
A
Waymo mengoperasikan layanan robotaxi di kota-kota besar seperti Phoenix, San Francisco, Los Angeles, dan Austin.