TLDR
SCILT adalah sistem perlindungan aktif yang inovatif untuk kendaraan militer. Sistem ini dirancang untuk menghadapi ancaman drone yang mendekat dari berbagai arah dan sudut rendah. SCILT menawarkan fleksibilitas dalam penggunaan amunisi, memungkinkan respons yang sesuai dengan kebutuhan misi. Sebuah perusahaan Jerman bernama Mehler Protection mengembangkan sistem perlindungan aktif baru bernama SCILT yang dirancang khusus untuk menghadapi ancaman drone yang datang dari jarak dekat dan sudut rendah. Sistem ini dipasang pada kendaraan lapis baja seperti tank, APC, dan IFV guna memberi perlindungan 360 derajat, termasuk serangan dari atas sekalipun.SCILT menggunakan modul effector yang menembakkan amunisi kaliber shotgun dengan berbagai opsi mulai dari peluru karet hingga peluru inti keras yang mampu menembus armor. Sistem ini memungkinkan penyesuaian tindakan berdasarkan kebutuhan misi, serta mengatasi multi ancaman drone secara bersamaan dengan cepat.Sistem ini dilengkapi dengan sensor elektrooktil dan perangkat pengawasan jarak dekat yang mengintegrasikan deteksi ancaman, tahap peringatan, hingga pemicu tembakan, dimana sistem saat ini masih dioperasikan secara manual oleh kru namun akan dikembangkan menuju otomatisasi tinggi.SCILT dirancang sebagai lapisan perlindungan terakhir untuk kendaraan tempur yang mengisi celah antara perlindungan pasif kendaraan dan sistem pertahanan udara konfigurasi besar yang lebih lambat beraksi, terutama dalam menghadapi drone dengan karakter serangan yang makin beragam.Setelah 18 bulan pengembangan dan 48 uji coba yang mencakup berbagai aspek teknis seperti uji balistik dan keandalan pemicuan, Mehler Protection menargetkan peluncuran versi operasional pertama SCILT pada musim panas 2026 yang sudah dapat diadaptasi ke berbagai jenis kendaraan lapis baja.