Terobosan Baterai Lithium-Metal Pintar: Isi Cepat dan Aman untuk Mobil Listrik
Courtesy of InterestingEngineering

Terobosan Baterai Lithium-Metal Pintar: Isi Cepat dan Aman untuk Mobil Listrik

Menyelesaikan masalah fundamental pada baterai lithium-metal dengan menciptakan lapisan pelindung pintar di permukaan lithium untuk memungkinkan pengisian ultra-cepat dan memperpanjang masa pakai baterai kendaraan listrik secara aman dan efisien.

25 Feb 2026, 17.51 WIB
234 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Teknologi baterai lithium-metal dapat meningkatkan kecepatan pengisian dan jangkauan kendaraan listrik.
  • Penggunaan lapisan pelindung cerdas dapat mengatasi masalah dendrit yang mengganggu stabilitas baterai.
  • Inovasi ini berpotensi menjadi solusi dasar untuk masa depan baterai kendaraan listrik yang lebih efisien.
Daejeon, Korea Selatan - Para peneliti dari Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) berhasil menciptakan teknologi baterai lithium-metal baru yang memiliki potensi untuk mempercepat proses pengisian dan meningkatkan jarak tempuh kendaraan listrik secara signifikan. Teknologi ini menjawab masalah klasik baterai lithium-metal yang rawan dendrit, yaitu kristal tajam yang dapat merusak baterai dan menyebabkan risiko kebakaran.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Prof. Nam-Soon Choi dan Prof. Seungbum Hong bekerja sama dengan tim dari Korea University memperkenalkan zat tambahan bernama thiophene ke dalam elektrolit. Thiophene membantu membentuk lapisan pelindung pintar di permukaan lithium yang dapat beradaptasi dengan aliran ion lithium selama pengisian, mencegah ketidakstabilan dan pembentukan dendrit.
Melalui simulasi dan pengujian menggunakan mikroskop canggih, mereka berhasil mengamati bagaimana lapisan ini menjaga permukaan lithium tetap rapi dan stabil meskipun arus pengisian mencapai tingkat yang tinggi, yaitu lewat 8 mA per sentimeter persegi. Ini memungkinkan pengisian baterai dalam waktu singkat sekitar 12 menit, mirip dengan kecepatan pengisian yang dibutuhkan oleh mobil listrik untuk penggunaan praktis di jalan.
Selain itu, teknologi ini kompatibel dengan jenis material katoda yang saat ini banyak digunakan dalam industri baterai, sehingga dapat dengan mudah diterapkan ke dalam proses manufaktur baterai kendaraan listrik yang sudah ada. Ini menjadikan inovasi ini lebih siap untuk diadopsi secara massal di masa depan.
Prof. Choi menyebut penemuan ini sebagai solusi mendasar dalam desain baterai yang mengatasi masalah utama secara elektronik, bukan hanya sekadar perbaikan material. Dengan pengisian cepat dan umur pakai baterai yang lebih panjang, teknologi ini diharapkan menjadi fondasi penting untuk baterai kendaraan listrik generasi berikutnya.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/energy/safer-lithium-metal-ev-battery-south-korea

Analisis Ahli

John Goodenough
"Pendekatan yang mengatasi masalah dendrit secara elektronik sangat menjanjikan karena dapat menghindari degradasi baterai tanpa mengorbankan performa."
Yet-Ming Chiang
"Integrasi lapisan pelindung yang adaptif ini bisa menjadi lompatan besar dalam teknologi baterai, terutama untuk pengisian cepat dan penggunaan komersial."

Analisis Kami

"Penemuan ini merupakan terobosan penting yang memecahkan hambatan utama pengembangan baterai lithium-metal sehingga layak digunakan di kendaraan listrik. Dengan pendekatan pada desain struktur elektronik, metode ini menawarkan solusi yang jauh lebih tahan lama dan aman daripada modifikasi material tradisional."

Prediksi Kami

Teknologi baterai lithium-metal dengan lapisan pelindung pintar ini akan mempercepat integrasi baterai ultracepat dan berdensitas tinggi dalam kendaraan listrik, yang berpotensi mengubah industri otomotif dan mempercepat adopsi EV secara global.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diungkapkan oleh peneliti Korea tentang teknologi baterai baru?
A
Peneliti Korea mengungkapkan teknologi baterai lithium-metal yang dapat mempercepat pengisian dan meningkatkan jangkauan kendaraan listrik.
Q
Mengapa baterai lithium-metal dianggap sebagai penerus baterai lithium-ion?
A
Baterai lithium-metal dianggap sebagai penerus karena memiliki potensi untuk menyimpan energi lebih banyak per beratnya dibandingkan baterai lithium-ion.
Q
Apa tantangan utama dalam penggunaan baterai lithium-metal?
A
Tantangan utama adalah pembentukan dendrit yang dapat merusak baterai dan menyebabkan kebakaran.
Q
Bagaimana tim peneliti mengatasi masalah dendrit pada baterai?
A
Mereka memperkenalkan thiophene ke dalam elektrolit yang menciptakan lapisan pelindung cerdas untuk mengatur aliran muatan lithium.
Q
Apa hasil dari penelitian yang dilakukan oleh tim di KAIST?
A
Penelitian menunjukkan pengisian cepat dalam 12 menit dengan stabilitas yang tinggi di bawah kondisi pengisian yang ekstrem.