Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Terobosan Baterai Lithium-Metal: 800 Km Sekali Isi dan Isi Ulang 12 Menit

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
InterestingEngineering InterestingEngineering
05 Sep 2025
245 dibaca
2 menit
Terobosan Baterai Lithium-Metal: 800 Km Sekali Isi dan Isi Ulang 12 Menit

Rangkuman 15 Detik

Penelitian baru mengatasi masalah dendrit yang menghambat pengembangan baterai lithium-metal.
Baterai lithium-metal baru menawarkan jarak tempuh yang lebih jauh dan waktu pengisian yang lebih cepat.
Kolaborasi antara akademisi dan industri penting untuk kemajuan teknologi baterai.
Para peneliti dari KAIST dan LG Energy Solution berhasil mengatasi masalah dendrit yang selama ini menghambat perkembangan baterai lithium-metal untuk kendaraan listrik. Dendrit adalah kristal lithium yang tumbuh saat pengisian baterai dan dapat merusak baterai serta membahayakan keselamatan. Dengan teknologi baru ini, risiko dendrit dapat diminimalisir sehingga baterai lebih aman dan efisien. Teknologi tersebut mengandalkan elektrolit cair khusus yang mengurangi ketidakmerataan kohesi pada permukaan lithium, sehingga lithium dapat menempel secara halus dan merata. Hal ini mencegah pertumbuhan dendrit bahkan saat pengisian cepat, membuat baterai dapat diisi ulang dalam waktu hanya 12 menit—cukup cepat untuk mendukung mobilitas jarak jauh tanpa perlu lama menunggu. Selain pengisian cepat, baterai ini mampu menyediakan jarak tempuh hingga 800 km dalam sekali pengisian. Ini merupakan kemajuan besar untuk mengurangi kekhawatiran pengguna mobil listrik tentang jarak tempuh yang terbatas. Lebih lagi, umur baterai juga sangat panjang, mampu bertahan lebih dari 300.000 km, sehingga kendaraan dapat digunakan dalam waktu lama tanpa perlu sering mengganti baterai. Kerjasama antara lembaga penelitian dan perusahaan industri, khususnya antara KAIST dan LG Energy Solution, memberikan hasil yang signifikan dalam menghadirkan inovasi ini. Inovasi ini bukan hanya teori tetapi sudah dipersiapkan untuk aplikasi nyata di pasar kendaraan listrik guna mempercepat transisi menuju energi bersih dan ramah lingkungan. Selain terobosan dari Korea Selatan, penelitian dari universitas lain seperti Southeast University di China juga menunjukkan kemajuan dalam pengembangan baterai dengan elektrolit tambahan yang meningkatkan stabilitas dan siklus hidup baterai. Bersama-sama, inovasi-inovasi ini menandai era baru pengembangan baterai yang lebih efisien, aman, dan tahan lama.

Analisis Ahli

Professor Hee Tak Kim
Teknologi ini membuka jalan bagi baterai lithium-metal yang aman dengan performa tinggi, memungkinkan pengisian cepat tanpa risiko dendrit.
Je-Young Kim
Kolaborasi antara akademisi dan industri sangat penting untuk menghadirkan solusi praktis yang siap pakai di pasar kendaraan listrik.