Peningkatan Drastis Serangan Malware Android di Paruh Pertama 2025
Teknologi
Keamanan Siber
08 Sep 2025
92 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Serangan siber pada ponsel Android meningkat hampir 50% pada paruh pertama tahun 2025.
Ancaman baru seperti Fakemoney dan trojan perbankan semakin banyak dijumpai.
Penting untuk menggunakan sumber aplikasi yang aman dan memperbarui sistem untuk mencegah serangan.
Pada paruh pertama tahun 2025, serangan siber terhadap ponsel Android meningkat dengan sangat pesat, mencapai lebih dari 22 juta serangan. Ini merupakan lonjakan signifikan sebesar 48% dibandingkan enam bulan sebelumnya serta 29% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Berbagai jenis ancaman ditemukan, mulai dari malware hingga aplikasi berbahaya yang berkedok hadiah palsu dan trojan perbankan.
Selain Android, malware juga menyerang iOS melalui App Store Apple, meskipun toko ini terkenal dengan tingkat keamanan yang kuat. Para peretas menemukan cara untuk melewati proses verifikasi sehingga aplikasi jahat bisa terpasang pada perangkat pengguna. Hal ini memperingatkan bahwa sistem keamanan yang ada saat ini belum sepenuhnya aman dari serangan siber yang terus berkembang.
Kaspersky menyebutkan trojan mobile banking mengalami peningkatan paling besar, dengan jumlah serangan mencapai hampir dua kali lipat dibanding paruh terakhir tahun 2024. Ini menunjukkan ancaman serius terhadap data keuangan pengguna ponsel yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi korban, terutama jika perangkat tidak dilengkapi perlindungan yang memadai.
Untuk melindungi pengguna dari ancaman tersebut, disarankan untuk mengunduh aplikasi hanya dari toko resmi seperti Google Play dan App Store. Pengguna juga harus memeriksa izin aplikasi secara teliti, menginstal software keamanan yang kuat, membaca ulasan aplikasi, dan selalu memperbarui sistem operasi dan aplikasi agar terhindar dari eksploitasi celah keamanan.
Kesimpulannya, meski berbagai upaya keamanan terus dilakukan oleh pengembang sistem operasi dan toko aplikasi, pengguna tetap harus berperan aktif menjaga keamanan perangkat mereka. Edukasi keamanan digital dan kesadaran terhadap risiko serangan siber sangat penting agar risiko kehilangan data atau kerugian finansial bisa diminimalkan.
Analisis Ahli
Anton Kivva
Malware bisa terus masuk walau ada verifikasi pengembang, sehingga solusi keamanan yang kuat dan pembaruan sistem secara berkala sangat penting untuk perlindungan maksimal.
