TLDR
Lapisan MISH memungkinkan permukaan untuk tetap superhidrofobik bahkan pada suhu tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan isolasi dapat memperpanjang umur lapisan superhidrofobik. Ada potensi aplikasi luas untuk teknologi ini dalam berbagai bidang industri dan rumah tangga. Peneliti dari Rice University berhasil menciptakan lapisan superhidrofobik terbaru yang mampu menolak air panas hampir mendidih hingga suhu 90 derajat Celsius. Masalah umum pada lapisan superhidrofobik sebelumnya adalah kemampuan mereka menurun drastis saat air panas menyentuh permukaan, membuat air menempel dan merusak efektivitas lapisan tersebut.Solusi yang ditemukan adalah menggunakan lapisan dua tingkat, yaitu lapisan bawah yang berfungsi sebagai isolator panas dan lapisan atas superhidrofobik yang memberikan sifat tahan air. Lapisan bawah berupa busa poliuretan yang diaplikasikan dengan cara disemprot untuk memperlambat transfer panas dari tetesan air panas ke permukaan.Lapisan atas adalah lapisan tekstur mikro superhidrofobik yang juga disemprotkan dan bersifat komersial. Rancangan ini mencegah munculnya siklus penguapan dan kondensasi yang biasanya menyebabkan air menembus ke dalam tekstur lapisan dan menanggalkan kemampuan menolak air.Dalam pengujian ketahanan selama seminggu dengan jutaan tetesan air panas, lapisan tradisional gagal dengan cepat sedangkan lapisan MISH bertahan hingga sekitar satu juta tetesan sebelum mulai menurun. Penerapan lapisan MISH diuji di berbagai permukaan besar dan melengkung, serta diuji dengan cairan sehari-hari seperti susu panas, kopi, dan sup kacang polong dengan hasil residu kurang dari 1%.Para peneliti berencana mengembangkan lapisan atas yang lebih tahan lama dan stabil secara termal, serta mengeksplorasi metode pelapisan selain semprot agar teknologi ini bisa lebih banyak diterapkan dalam industri dan kehidupan sehari-hari. Ini merupakan langkah maju signifikan dalam menciptakan permukaan yang selalu kering meski terkena cairan panas.