AI summary
Film nanotube karbon baru dapat menahan suhu ekstrem hingga 4,712°F (2,600°C). Material ini menawarkan konduktivitas termal yang jauh lebih baik dibandingkan dengan insulator tradisional. Rencana penelitian ke depan mencakup penambahan lapisan pelindung untuk meningkatkan stabilitas material di lingkungan terbuka. Para peneliti di Tsinghua University berhasil menciptakan film isolator termal berbasis karbon nanotube yang bisa menahan suhu ekstrem hingga 2.600°C. Ini sangat penting untuk penerbangan luar angkasa, pesawat hipersonik, dan reaktor nuklir yang menghadapi panas sangat tinggi.Film tersebut dibuat dengan menarik lembaran tipis dari susunan mingguan karbon nanotube kemudian dilapisi berlapis-lapis menjadi struktur ringan dan porus. Struktur ini menghambat perpindahan panas secara konduksi, gas, dan radiasi secara bersamaan.Salah satu keunggulan utama material ini adalah kemampuan menyerap dan menyebarkan panas dari radiasi inframerah berkat struktur elektronik khusus karbon nanotube. Lapisan film yang disusun dengan sudut berbeda semakin meningkatkan kemampuan tahan panasnya.Material ini sangat ringan dengan densitas antara 5 hingga 100 kg per meter kubik, dan juga fleksibel sehingga bisa membungkus bagian bentuk tidak beraturan. Selain itu, produksi massal lembaran hingga lebar 550 mm juga memungkinkan penggunaan skala industri.Kedepannya, tim akan menambahkan lapisan pelindung agar material bisa digunakan di udara terbuka tanpa oksidasi. Jika berhasil, ini akan menjadi isolator termal unggulan untuk berbagai industri seperti aerospace, nuklir, dan manufaktur suhu tinggi.
Penemuan ini merupakan lompatan besar dalam material isolasi suhu tinggi karena menggabungkan ketahanan suhu, efektivitas isolasi, dan fleksibilitas dalam satu produk. Namun, tantangan oksidasi di udara terbuka harus segera diatasi agar aplikasinya bisa lebih luas dan praktis untuk industri nyata.