Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bahaya Penipuan Deepfake: Waspada Modus Baru Memanfaatkan AI Canggih

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (3mo ago) cyber-security (3mo ago)
20 Des 2025
281 dibaca
1 menit
Bahaya Penipuan Deepfake: Waspada Modus Baru Memanfaatkan AI Canggih

Rangkuman 15 Detik

Penipuan berbasis deepfake semakin meningkat seiring dengan kemajuan kecerdasan buatan.
Korban harus berhati-hati dan memverifikasi keaslian informasi sebelum mengambil tindakan.
FBI memberikan tips untuk melindungi diri dari penipuan online, termasuk menjaga privasi dan kerahasiaan informasi.
Penipuan berbasis internet kini semakin berbahaya karena teknologi kecerdasan buatan yang canggih, khususnya deepfake. Pelaku kejahatan menggunakan video palsu yang terlihat sangat nyata untuk menipu korbannya dengan cara ekstrem seperti mengaku seseorang diculik dan meminta uang tebusan. Video-video deepfake dibuat dari kumpulan foto dan video yang diambil dari media sosial atau sumber terbuka lain milik korban. Ini membuat video tersebut tampak persis seperti kejadian nyata, sehingga korban mudah terintimidasi dan panik. Untuk mengurangi analisis lebih dalam dari korban, penipu juga mengirim pesan video dengan fitur batas waktu, sehingga korban harus cepat memutuskan tanpa punya waktu cukup untuk memeriksa keaslian video. FBI menyarankan agar kita menjaga privasi saat mengunggah foto dan informasi pribadi di internet. Selain itu, perhatian juga harus diberikan pada pembuatan password yang kuat dan hanya diketahui oleh diri sendiri agar terhindar dari penyalahgunaan. Jika menerima video atau foto yang mencurigakan, jangan langsung percaya dan lakukan verifikasi kebenaran dengan menghubungi orang terkait terlebih dahulu sebelum mengirimkan uang sebagai tebusan. Cara ini penting untuk mencegah korban dari kerugian yang lebih besar.