Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Xflow Raih Dana Rp 277.22 miliar ($16,6 Juta) Untuk Permudah Pembayaran Lintas Batas B2B Di India

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
News Publisher
24 Feb 2026
1216 dibaca
2 menit
Xflow Raih Dana Rp 277.22 miliar ($16,6 Juta)  Untuk Permudah Pembayaran Lintas Batas B2B Di India

TLDR

Xflow berfokus pada penyediaan infrastruktur pembayaran lintas batas yang efisien untuk bisnis.
Startup ini telah mendapatkan dukungan dari investor besar seperti Stripe dan PayPal Ventures.
Xflow menggunakan teknologi AI untuk meningkatkan keputusan konversi mata uang bagi pelanggan.
Xflow, sebuah startup fintech asal India, berhasil meraih pendanaan sebesar 16,6 juta dolar AS yang didukung oleh Stripe dan PayPal Ventures dalam putaran pendanaan Seri A. Pendanaan ini menjadi langkah penting bagi startup tersebut untuk memperkuat posisinya di pasar pembayaran lintas batas B2B yang masih didominasi oleh bank dan proses manual yang lambat. Xflow berfokus pada penyediaan infrastruktur pembayaran yang lebih cepat dan transparan untuk bisnis India.Startup ini didirikan pada tahun 2021 oleh Anand Balaji bersama dua mantan kolega dari Stripe, dan sejak itu tumbuh pesat. Tahun lalu, Xflow memproses hampir 1 miliar dolar AS dalam volume pembayaran lintas batas dengan pertumbuhan sepuluh kali lipat dari tahun sebelumnya. Basis pelanggannya sudah mencapai sekitar 15.000 bisnis, termasuk eksportir, perusahaan SaaS, freelancer, dan platform fintech yang membutuhkan transaksi lintas negara.Xflow menawarkan solusi infrastruktur dengan API yang memungkinkan bisnis dan platform lain untuk mengintegrasikan kemampuan pembayaran lintas batas langsung ke dalam produk mereka. Pendekatan ini membantu mengatasi masalah ketergantungan pada bank yang kurang transparan dan lambat, serta memungkinkan transaksi pembayaran bernilai tinggi dengan lebih mudah dan efisien.Salah satu inovasi terbaru Xflow adalah pengenalan alat berbasis AI untuk membantu tim keuangan mengoptimalkan waktu konversi mata uang asing. Fitur ini memungkinkan bisnis menetapkan target nilai tukar konversi sehingga mereka bisa melakukan konversi di waktu yang paling menguntungkan, mirip dengan fitur limit order di pasar saham. Menurut startup ini, model prediktifnya mampu memberikan perkiraan nilai tukar selama tiga hari dengan akurasi yang tinggi.Selain memperluas produknya, Xflow juga tengah mengurus izin regulasi di beberapa pasar baru seperti Singapura dan sudah memegang lisensi di Kanada dan India. Dapat lisensi dari Reserve Bank of India untuk Payment Aggregator–Cross Border (PA-CB) memperkuat posisi perusahaan. Pendanaan baru ini akan digunakan untuk memperluas produk produk dan memperkuat kemitraan dengan platform seperti Easebuzz dan Drip Capital.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.