US Army Hadirkan Sistem AI Pintar untuk Tembak Drone dengan Presisi Tinggi
Teknologi
Kecerdasan Buatan
11 Jun 2025
301 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
SMASH 2000L adalah inovasi penting dalam pertahanan terhadap drone.
Teknologi ini memungkinkan tentara untuk melakukan tembakan yang lebih presisi dan mengurangi kesalahan manusia.
US Army berupaya untuk mengadopsi teknologi canggih secara cepat melalui program TIC 2.0.
Militer Amerika Serikat kini menggunakan teknologi canggih bernama SMASH 2000L yang membantu prajurit menembak drone kecil secara tepat dan efisien. Sistem ini menggunakan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi dan mengunci sasaran drone sebelum menembak, sehingga meminimalisir kesalahan manusia.
SMASH 2000L merupakan versi terbaru dari seri sistem kontrol tembakan yang lebih ringan dan mudah dipasang pada senapan standar seperti M4A1. Sistem ini dapat digunakan langsung oleh pasukan di lapangan tanpa perlu bergantung pada alat besar dan rumit.
Teknologi ini menggunakan sensor elektro-optik dan pengolahan citra real-time untuk mendeteksi, mengunci, serta mengikuti pergerakan drone yang cepat dan sulit diprediksi. Hanya ketika tembakan dipastikan tepat, sistem akan mengizinkan peluru ditembakkan.
US Army memberikan kontrak senilai 13 juta dolar AS kepada perusahaan Israeli Smart Shooter untuk mengembangkan dan memasok teknologi ini. Sistem ini diuji coba dalam latihan multinasional di Jerman, menunjukan kemampuan efektif dalam menghadapi ancaman drone.
Pengembangan SMASH 2000L adalah bagian dari upaya militèr untuk mendistribusikan teknologi anti-drone langsung ke tangan prajurit, sehingga mereka dapat bertindak cepat terhadap drone musuh yang sering dipakai dalam pengintaian dan serangan di medan perang modern.



