AI summary
Koating pelindung dapat meningkatkan daya tahan sel surya perovskite terhadap radiasi luar angkasa. Pengembangan sel surya perovskite yang lebih efisien dapat mengurangi biaya teknologi luar angkasa. Inovasi ini berpotensi untuk mengubah cara kita mendapatkan energi selama misi luar angkasa jangka panjang. Para insinyur di University of Surrey telah mengembangkan pelindung khusus bernama 'cosmic veil' untuk melindungi sel surya perovskit dari radiasi luar angkasa yang sangat kuat. Radiasi ini biasanya merusak bagian organik dari sel surya, sehingga mengurangi performa dan masa pakai mereka.Sel surya perovskit menjadi kandidat yang menarik untuk tenaga antariksa karena ringan, efisien, dan relatif murah. Namun, bagian organiknya rentan terbakar oleh radiasi proton dari galactic cosmic rays dan partikel bermuatan dari Matahari yang berbahaya bagi teknologi luar angkasa.Lapisan tipis yang dibuat dari bahan kimia PDAI2 bertugas menjaga molekul organik ini agar tidak bereaksi dan hilang sebagai gas yang melemahkan sel surya tersebut. Uji radiasi simulasi yang setara dengan paparan selama 20 tahun di orbit Bumi membuktikan bahwa pelindung ini berjasa besar mengurangi degradasi dan mempertahankan efisiensi.Hasil ini bisa membuka jalan untuk teknologi sel surya yang lebih tahan lama dan ekonomis bagi stasiun ruang angkasa, teleskop, dan berbagai misi luar angkasa ambisius. Selain itu, ini juga bisa membantu pengembangan tenaga surya berbasis luar angkasa yang menyalurkan energi ke Bumi.Inovasi ini penting mengingat permintaan alat canggih dan solar panel untuk satelit terus meningkat, dengan pasar solar panel satelit yang telah mencapai miliaran dolar. Teknologi baru ini membawa harapan agar misi ruang angkasa masa depan bisa lebih hemat dan berkelanjutan.
Inovasi lapisan pelindung PDAI₂ ini merupakan langkah krusial untuk mengatasi keterbatasan PSC dalam radiasi ruang angkasa yang telah menghambat kemajuan mereka di sektor luar angkasa. Jika dikembangkan dan diadopsi lebih luas, teknologi ini bisa menjadi game changer tidak hanya untuk aplikasi antariksa, tapi juga untuk tenaga surya berbasis perovskit secara umum.