
Courtesy of CNBCIndonesia
Penumpukan Perak di Dasar Laut China Selatan Jadi Tanda Pemanasan Global
Mengungkap hubungan antara peningkatan timbunan perak di dasar laut dengan aktivitas manusia dan pemanasan global, serta memperingatkan dampak lingkungan dari pertambangan dasar laut yang mungkin terjadi.
21 Feb 2026, 07.20 WIB
73 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Timbunan perak di dasar laut menunjukkan dampak negatif dari pemanasan global.
- Aktivitas manusia sejak revolusi industri berkontribusi pada akumulasi perak di lingkungan laut.
- Peningkatan aktivitas pertambangan dapat mengancam keseimbangan ekosistem laut.
Laut China Selatan, Indonesia - Penelitian terbaru menemukan bahwa dasar Laut China Selatan, khususnya di bagian utara laut Indonesia, mengandung timbunan perak yang terus bertambah sejak akhir abad ke-19. Penemuan ini berawal dari pengambilan sampel sedimen yang berasal dari kedalaman hampir 2.000 meter di lepas pantai Vietnam dan mengungkapkan sejarah perubahan lingkungan selama 3.200 tahun.
Kandungan perak ini mulai meningkat secara signifikan sejak awal revolusi industri pada tahun 1850-an, periode yang juga dikenal sebagai awal dari lonjakan kadar karbon dioksida di atmosfer akibat aktivitas manusia. Perak yang ditemukan diduga berasal dari sisa proses manufaktur, khususnya pembuatan peralatan fotografi selama masa tersebut.
Selain penambahan perak, penelitian ini juga menemukan bahwa perubahan iklim, seperti peningkatan musim panas di Asia Timur, memperkuat sirkulasi nutrisi laut dan meningkatkan produktivitas mikroorganisme laut. Mikroorganisme ini menyerap perak yang kemudian terendapkan di dasar laut ketika mereka mati.
Temuan tersebut menandakan bahwa dampak pemanasan global dan kegiatan manusia tidak hanya memengaruhi atmosfer, tetapi juga mengubah komposisi material di dasar laut secara permanen. Kondisi ini bersifat global dan tidak terbatas hanya di area pengambilan sampel saja.
Baca juga: China Temukan Cadangan Minyak 100 Juta Ton di Laut China Selatan, Ancaman Lingkungan dan Geopolitik
Namun, penumpukan mineral berharga di dasar laut berpotensi memicu aktivitas pertambangan dasar laut yang dapat merusak keseimbangan ekosistem laut. Para peneliti mengingatkan pentingnya pengelolaan yang hati-hati untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas akibat eksploitasi sumber daya tersebut.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260221053512-37-712657/pertanda-buruk-muncul-dekat-indonesia-lebih-banyak-dari-1-abad-lalu
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260221053512-37-712657/pertanda-buruk-muncul-dekat-indonesia-lebih-banyak-dari-1-abad-lalu
Analisis Ahli
Dr. Agus Santoso (Ahli Kelautan Indonesia)
"Penelitian ini membuktikan keterkaitan erat antara perubahan lingkungan global dengan kondisi lokal di bawah laut, dan perlu adanya regulasi ketat untuk mencegah kerusakan yang luas dari aktivitas pertambangan dasar laut."
Prof. Li Wei (Spesialis Ekologi Laut, China)
"Temuan ini menunjukkan betapa besar dampak revolusi industri terhadap ekosistem laut, sekaligus memperingatkan perlunya teknologi ramah lingkungan dalam ekstraksi sumber daya bawah laut."
Analisis Kami
"Penemuan ini menunjukkan bagaimana aktivitas manusia meninggalkan jejak ekologis yang nyata dan berkelanjutan di lingkungan laut dalam waktu yang lama. Jika tidak dikelola dengan baik, eksploitasi sumber daya mineral dasar laut akan memperburuk kondisi ekosistem yang sudah tertekan akibat perubahan iklim."
Prediksi Kami
Aktivitas pertambangan dasar laut akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan mineral industrI, namun hal ini dapat memperparah kerusakan lingkungan dan mempercepat perubahan ekosistem laut.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang ditemukan di dasar Laut China Selatan?A
Penelitian menemukan timbunan perak yang terus bertambah di dasar Laut China Selatan.Q
Apa hubungan antara penemuan perak dan aktivitas manusia?A
Kandungan perak dikaitkan dengan aktivitas manufaktur, terutama sisa dari proses pembuatan peralatan fotografi.Q
Mengapa lokasi pengambilan sampel penting dalam penelitian ini?A
Lokasi pengambilan sampel penting karena merupakan wilayah yang sensitif terhadap perubahan lingkungan.Q
Apa dampak dari penumpukan perak di dasar laut?A
Penumpukan perak dapat menyebabkan peningkatan aktivitas pertambangan dasar laut, yang berpotensi merusak keseimbangan ekosistem laut.Q
Bagaimana mikroorganisme berperan dalam akumulasi perak?A
Mikroorganisme menyerap material perak dari air laut dan saat mati, sisa-sisa mereka termasuk perak terbawa ke dasar laut.




