Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pemulihan Ekosistem Sungai Yangtze Lewat Moratorium Penangkapan Ikan 10 Tahun

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
21 Feb 2026
1373 dibaca
2 menit
Pemulihan Ekosistem Sungai Yangtze Lewat Moratorium Penangkapan Ikan 10 Tahun

TLDR

Larangan penangkapan ikan di Sungai Yangtze menunjukkan upaya serius dalam pemulihan ekosistem.
Investasi yang signifikan diperlukan untuk mendukung keberlanjutan dan perlindungan lingkungan.
Proyek ini dapat menjadi model untuk sistem sungai besar lainnya seperti Mekong dan Amazon.
Sungai Yangtze di Tiongkok adalah salah satu sungai terpenting dan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi di dunia. Sungai ini telah mendukung ekonomi dan kehidupan sosial selama bertahun-tahun, termasuk menyumbang lebih dari 60 persen hasil perikanan air tawar di China pada masa kejayaannya.Namun, sejak tahun 1950-an, Sungai Yangtze mengalami penurunan ekologi yang serius karena aktivitas manusia seperti penangkapan ikan berlebihan, pembangunan bendungan, polusi air, dan lalu lintas kapal yang sangat padat. Akibatnya, hasil tangkapan ikan turun drastis dan banyak spesies ikan hilang dari sungai tersebut.Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah China memutuskan untuk memberlakukan moratorium penangkapan ikan selama 10 tahun sejak tahun 2021 di beberapa bagian penting Sungai Yangtze. Moratorium ini mencakup sungai utama, anak sungai besar, dan danau yang terhubung serta wilayah muara sungai.Sebagai bagian dari program ini, lebih dari 111.000 kapal penangkap ikan ditarik dari aktivitas dan 231.000 nelayan direlokasi ke tempat lain. Pemerintah juga mengucurkan dana lebih dari 2,7 miliar dolar Amerika Serikat untuk mendukung pelaksanaan moratorium dan perlindungan sungai.Selain itu, Undang-undang Perlindungan Sungai Yangtze yang mulai berlaku tahun 2021 memperketat aturan terkait kualitas air, kegiatan penambangan pasir, dan restorasi tepi sungai. Semua upaya ini diharapkan dapat membantu memulihkan ekosistem sungai dan menjadi contoh bagi sungai besar lainnya di dunia.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.