AI summary
Aliran sungai di China mengalami penurunan signifikan meskipun terjadi curah hujan ekstrem. Studi ini menunjukkan bahwa sebagian besar stasiun hidrologi melaporkan penurunan aliran air. Perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya air adalah isu penting yang harus diperhatikan untuk mendukung populasi yang besar. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa meskipun beberapa kota di Tiongkok mengalami hujan deras yang ekstrem, volume air di sungai utama justru menurun drastis selama 60 tahun terakhir, khususnya di bagian utara negara tersebut.Dari ribuan stasiun hidrologi yang dipantau sejak tahun 1956 hingga 2016, lebih dari 70% melaporkan penurunan aliran air, dengan beberapa lokasi mengalami penurunan besar hingga 95%.Penurunan ini terjadi di lima cekungan sungai utama dan berdampak pada kapasitas sungai untuk menyediakan air bersih bagi lebih dari 1,4 miliar orang serta lahan pertanian yang sangat luas.Data penelitian dikumpulkan dengan menggabungkan observasi stasiun hidrologi dan model komputer ISIMIP3a, yang membantu memahami efek perubahan iklim terhadap sumber daya air secara lebih rinci.Hasil studi ini menegaskan perlunya strategi pengelolaan air yang lebih baik untuk menjaga keberlanjutan air dan mendukung kebutuhan hidup dan produksi pangan di Tiongkok, di tengah tantangan iklim yang semakin ekstrem.
Penurunan aliran sungai menunjukkan bahwa perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya air di Tiongkok sangat tidak seimbang, memerlukan kebijakan yang lebih tegas dan terintegrasi. Meski hujan ekstrem meningkat, air tersebut tidak dapat dioptimalkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kebutuhan manusia.