Studi Ungkap Penurunan Aliran Sungai Besar di Tiongkok Meski Hujan Ekstrem Naik
Sains
Iklim dan Lingkungan
08 Agt 2025
112 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Aliran sungai di China mengalami penurunan signifikan meskipun terjadi curah hujan ekstrem.
Studi ini menunjukkan bahwa sebagian besar stasiun hidrologi melaporkan penurunan aliran air.
Perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya air adalah isu penting yang harus diperhatikan untuk mendukung populasi yang besar.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa meskipun beberapa kota di Tiongkok mengalami hujan deras yang ekstrem, volume air di sungai utama justru menurun drastis selama 60 tahun terakhir, khususnya di bagian utara negara tersebut.
Dari ribuan stasiun hidrologi yang dipantau sejak tahun 1956 hingga 2016, lebih dari 70% melaporkan penurunan aliran air, dengan beberapa lokasi mengalami penurunan besar hingga 95%.
Penurunan ini terjadi di lima cekungan sungai utama dan berdampak pada kapasitas sungai untuk menyediakan air bersih bagi lebih dari 1,4 miliar orang serta lahan pertanian yang sangat luas.
Data penelitian dikumpulkan dengan menggabungkan observasi stasiun hidrologi dan model komputer ISIMIP3a, yang membantu memahami efek perubahan iklim terhadap sumber daya air secara lebih rinci.
Hasil studi ini menegaskan perlunya strategi pengelolaan air yang lebih baik untuk menjaga keberlanjutan air dan mendukung kebutuhan hidup dan produksi pangan di Tiongkok, di tengah tantangan iklim yang semakin ekstrem.
Analisis Ahli
Prof. Wang Li, ahli hidrologi
Data ini menegaskan bahwa dampak perubahan iklim pada siklus hidrologi lebih kompleks daripada yang diperkirakan dan pendekatan konservasi air harus lebih inovatif dan adaptif.Dr. Zhang Mei, ilmuwan lingkungan
Penurunan debit sungai utara sangat mengkhawatirkan, ini menunjukkan perlunya strategi pengelolaan air yang lebih berkelanjutan dan perlindungan terhadap basis sumber daya air.

