
Courtesy of SCMP
Baterai Air Non-Toksik Tahan 120 Ribu Siklus Pengisian, Pengganti Lithium-Ion
Mengembangkan baterai berbasis air yang tahan lama, aman, tidak beracun, dan ramah lingkungan sebagai alternatif baterai lithium-ion konvensional sehingga dapat mengurangi risiko kebakaran dan dampak lingkungan negatif.
21 Feb 2026, 05.00 WIB
286 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Baterai baru ini menggunakan elektrolit non-toksik yang aman bagi lingkungan.
- Baterai berbasis air menawarkan stabilitas siklus yang luar biasa dan lebih murah untuk diproduksi.
- Inovasi ini dapat menjadi alternatif yang aman untuk aplikasi kendaraan listrik dan penyimpanan energi berskala besar.
Hong Kong, China - Ilmuwan dari China berhasil mengembangkan baterai yang menggunakan bahan elektrolit berbasis air dan elektroda organik yang tidak beracun, sehingga aman untuk lingkungan dan manusia. Baterai ini bahkan menggunakan elektrolit yang dianggap aman seperti air rebusan tahu, menjadikannya jauh berbeda dari baterai lithium-ion yang bisa berbahaya.
Berbeda dengan baterai lithium-ion yang mudah terbakar dan melekat dengan bahan kimia beracun, baterai berbasis air ini tidak memiliki risiko kebakaran sehingga lebih aman digunakan dalam berbagai aplikasi terutama kendaraan listrik dan penyimpanan energi skala besar. Ini juga bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis karena biaya produksinya relatif lebih rendah.
Salah satu keunggulan utama dari baterai ini adalah ketahanan siklus pengisiannya yang sangat lama. Para peneliti melaporkan baterai ini bisa bertahan lebih dari 120 ribu kali siklus pengisian ulang dengan hanya sedikit penurunan performa. Dengan ketahanan seperti ini, baterai dapat digunakan dalam jangka waktu yang sangat panjang tanpa perlu sering diganti.
Selain itu, baterai ini dibuat dalam kondisi netral yang ramah lingkungan, sehingga dapat dibuang dengan aman tanpa menimbulkan polusi atau risiko mencemari tanah dan air seperti baterai lithium-ion konvensional. Hal ini menjadikannya solusi yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang untuk penyimpanan energi.
Penelitian ini melibatkan beberapa universitas dan lembaga riset terkemuka di China, dan hasilnya dipublikasikan di jurnal Nature Communications. Pencapaian ini membuka jalan bagi penggunaan baterai yang lebih aman dan ramah lingkungan dalam berbagai teknologi modern di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3344099/chinese-scientists-create-new-battery-electrolyte-safe-tofu-brine?module=top_story&pgtype=subsection
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3344099/chinese-scientists-create-new-battery-electrolyte-safe-tofu-brine?module=top_story&pgtype=subsection
Analisis Ahli
Dr. Mei Lin (Ahli Material dan Energi)
"Penelitian ini menunjukkan potensi besar untuk baterai masa depan yang mengutamakan aspek keselamatan dan lingkungan. Tetapi perhatian harus diberikan pada kestabilan elektrode organik dalam jangka waktu extend dan kondisi penggunaan nyata."
Analisis Kami
"Ini adalah terobosan besar dalam dunia penyimpanan energi yang sangat membutuhkan alternatif aman dan ramah lingkungan. Namun, sukses teknologi ini di pasar juga akan bergantung pada kemampuan komersialisasi dan kapasitas produksi massal, bukan hanya dari sisi ilmiah."
Prediksi Kami
Ke depan, baterai berbasis air dengan elektrolit non-toksik ini kemungkinan akan menjadi solusi utama dalam menggantikan baterai lithium-ion, khususnya dalam kendaraan listrik dan penyimpanan energi yang membutuhkan keamanan dan ketahanan siklus yang tinggi.





