AI summary
Baterai berbasis air memiliki potensi untuk menjadi alternatif yang lebih aman dan lebih murah dibandingkan baterai lithium-ion. Inovasi dalam desain elektroda dapat meningkatkan kinerja baterai air secara signifikan. Penelitian ini menunjukkan kemungkinan aplikasi baterai berbasis air dalam penyimpanan energi industri dan kendaraan listrik. Baterai berbasis air sudah lama dikenal tapi selama ini punya banyak keterbatasan, seperti kapasitas energi yang rendah dan umur pakai yang pendek. Hal ini membuatnya kurang cocok untuk kendaraan listrik atau penyimpanan energi untuk energi terbarukan. Sebaliknya, baterai lithium-ion yang sering digunakan punya performa bagus tapi berisiko soal keamanan dan harga mahal.Peneliti dari Universitas Alberta, Xiaolei Wang dan Zhixiao Xu, mengembangkan desain elektroda baru untuk baterai berbasis air yang disebut elektroda organik bertekanan. Desain ini berhasil meningkatkan banyak aspek penting baterai seperti daya simpan energi, waktu pengisian, dan kekuatan mekaniknya.Baterai ini menggunakan elektrolit berbasis air yang membuatnya lebih aman, murah, dan ramah lingkungan dibandingkan baterai lithium-ion. Selama ini, baterai organik seringkali harus menambahkan karbon agar konduktivitas listriknya bagus, tetapi hal itu malah mengurangi ruang untuk menyimpan energi. Desain baru ini mengatasi masalah tersebut.Tim peneliti sudah menguji teknologi ini mulai dari sel kecil seukuran koin sampai prototipe yang agak besar seukuran kantong makan. Meskipun hasil laboratorinya menjanjikan, tantangan utama berikutnya adalah memperbesar ukuran baterai agar bisa digunakan di dunia nyata.Sekarang tim Universitas Alberta sedang mencari mitra industri untuk membantu mengembangkan teknologi ini ke skala besar. Mereka berharap baterai ini bisa menjadi solusi penyimpanan energi yang lebih aman, murah, dan mudah didaur ulang dibanding baterai lithium-ion, bahkan untuk kendaraan listrik.
Penemuan ini merupakan terobosan penting yang dapat mengatasi kekurangan klasik baterai akuakuitas dan membuka jalan bagi energi yang lebih hijau dan aman. Namun, tantangan besar masih ada pada skala produksi massal sehingga kolaborasi dengan industri menjadi langkah krusial selanjutnya.