
Courtesy of NatureMagazine
Tes Darah Sederhana Bisa Prediksi Risiko dan Waktu Muncul Alzheimer
Mengembangkan tes darah sederhana yang dapat memprediksi risiko dan waktu munculnya penyakit Alzheimer untuk intervensi dini dan mendukung efektivitas pengobatan serta kemudahan dalam penelitian klinis.
19 Feb 2026, 07.00 WIB
215 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Tes darah dapat memprediksi risiko dan waktu munculnya gejala Alzheimer.
- Penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum tes ini diterapkan secara luas.
- Tes ini dapat membuat penelitian dan pengembangan pengobatan Alzheimer lebih efisien.
St. Louis, Amerika Serikat - Penyakit Alzheimer disebabkan oleh akumulasi protein tau abnormal yang membentuk serat kusut di otak dan mengganggu komunikasi antar sel saraf. Biasanya, deteksi protein tau ini dilakukan lewat pencitraan otak yang mahal dan rumit.
Penelitian terbaru memperkenalkan tes darah sederhana yang dapat mengukur kadar protein tau abnormal dalam darah. Tes ini mampu mendeteksi tanda-tanda Alzheimer jauh sebelum gejala seperti kehilangan memori muncul.
Jika tes darah ini terbukti akurat dalam studi lebih luas, ini bisa memudahkan diagnosis dini Alzheimer sehingga pengobatan dapat diberikan lebih cepat dan efektif. Selain itu, tes ini juga membantu mempercepat dan mempermurah uji klinis obat baru.
Meski demikian, para ahli seperti Suzanne Schindler memperingatkan agar orang tanpa gangguan kognitif tidak melakukan tes ini sendiri dulu, karena masih perlu penelitian lanjutan untuk memastikan manfaat dan risiko penggunaannya.
Kemajuan teknologi ini membuka harapan bahwa suatu hari nanti Alzheimer dapat dideteksi dan ditangani lebih awal, meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengurangi beban penyakit yang sangat besar bagi masyarakat.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00531-x
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00531-x
Analisis Ahli
Suzanne Schindler
"Saat ini, saya tidak menyarankan individu tanpa gangguan kognitif menggunakan tes biomarker Alzheimer secara mandiri karena masih perlu validasi lebih lanjut."
Howard Fink
"Kemampuan memprediksi risiko dan waktu munculnya gejala Alzheimer sangat berguna untuk mendesain uji coba terapi pencegahan yang lebih efektif."
Analisis Kami
"Tes darah untuk tau abnormal ini merupakan terobosan besar dalam diagnostik Alzheimer karena memberikan pendekatan yang lebih praktis dan terjangkau dibandingkan pencitraan otak. Namun, penerapan luas harus berjalan hati-hati dengan validasi yang ketat agar tidak menimbulkan kecemasan berlebihan atau kesalahan diagnosis di kalangan orang tanpa gejala."
Prediksi Kami
Dalam beberapa tahun ke depan, tes darah berbasis tau abnormal kemungkinan akan menjadi alat penting untuk skrining dini Alzheimer, memungkinkan pengobatan dan pencegahan yang lebih efektif serta mempercepat pengembangan terapi baru.




