
Courtesy of CNBCIndonesia
Indonesia dan AS Gandeng Investasi Rp82 Triliun Bangun Industri Semikonduktor Batam
Mengembangkan industri semikonduktor dan energi hijau di Indonesia melalui kerja sama investasi besar dengan perusahaan Amerika Serikat guna memperkuat industri hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing nasional di pasar global.
19 Feb 2026, 17.25 WIB
274 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kerja sama ini menandakan langkah konkret dalam pengembangan industri semikonduktor di Indonesia.
- Investasi besar di sektor energi hijau dan hilirisasi diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru.
- Kolaborasi ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global dan mendukung transisi energi berkelanjutan.
Batam, Indonesia - Indonesia bekerja sama dengan perusahaan asal Amerika Serikat untuk mengembangkan industri semikonduktor di Batam dengan nilai investasi awal sebesar Rp 81.83 triliun (US$4,9 miliar) atau sekitar Rp82 triliun. Kerja sama ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional bernama Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park (GESEIP).
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh PT Galang Bumi Industri bersama mitra AS seperti Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation. Presiden Indonesia Prabowo Subianto turut menyaksikan langsung proses tersebut, menandakan pentingnya proyek ini dalam diplomasi ekonomi dan kemitraan strategis kedua negara.
Investasi ini diarahkan untuk hilirisasi kuarsa silika menjadi produk bernilai tambah seperti polysilicon yang dibutuhkan untuk pembuatan semikonduktor dan solar cell. Selain itu, akan dibangun fasilitas manufaktur dan penyimpanan energi sodium-ion di kawasan industri Galang, Batam.
Tynergy Technology Corporation menargetkan investasi awal Rp 4.17 triliun (US$250 juta) untuk pembangunan fasilitas manufaktur dan diperkirakan dapat menciptakan sekitar 2.500 lapangan kerja terampil. Proyek ini juga meliputi kerja sama pengembangan teknologi antara zona ekonomi bebas di Batam dan Solanna Akimel 7 Technopark di Phoenix, Arizona, AS.
Dengan adanya proyek ini, diharapkan Indonesia dapat memperkuat posisinya dalam rantai pasok global semikonduktor dan energi terbarukan, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing industri teknologi dalam negeri.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260219170958-37-712219/ri-as-deal-pabrik-semikonduktor-rp-82-triliun-dibangun-di-batam
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260219170958-37-712219/ri-as-deal-pabrik-semikonduktor-rp-82-triliun-dibangun-di-batam
Analisis Ahli
Indra Gunawan (Pakarnya Industri Semikonduktor Indonesia)
"Kolaborasi dengan perusahaan AS ini adalah peluang besar untuk mentransfer teknologi mutakhir sekaligus memperkuat ekosistem hilirisasi bahan baku semikonduktor di Indonesia. Namun, keberhasilan jangka panjang tergantung pada konsistensi regulasi, kualitas SDM, dan ekosistem riset yang mendukung."
Analisis Kami
"Langkah Indonesia menggandeng perusahaan AS untuk membangun industri semikonduktor berpotensi mengubah peta industri teknologi nasional dan mengurangi ketergantungan impor. Namun, tantangan implementasi teknologi tinggi dan pengembangan sumber daya manusia mesti diatasi agar investasi besar ini berbuah optimal."
Prediksi Kami
Dengan investasi besar dan kolaborasi strategis ini, Indonesia kemungkinan akan menjadi salah satu pemain utama dalam rantai pasok global industri semikonduktor dan energi terbarukan dalam beberapa tahun mendatang.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa tujuan kerja sama antara Indonesia dan perusahaan AS dalam pengembangan industri semikonduktor?A
Tujuan kerja sama ini adalah untuk mengembangkan industri semikonduktor dan energi hijau di Batam.Q
Berapa nilai investasi awal yang disepakati dalam proyek ini?A
Nilai investasi awal yang disepakati mencapai US$4,9 miliar atau sekitar Rp82 triliun.Q
Apa yang akan dilakukan oleh PT Galang Bumi Industri dalam proyek ini?A
PT Galang Bumi Industri akan mengelola Proyek Strategis Nasional dan mengembangkan hilirisasi industri berbasis energi hijau dan teknologi semikonduktor.Q
Siapa saja mitra strategis yang terlibat dalam penandatanganan perjanjian?A
Mitra strategis yang terlibat antara lain Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation.Q
Apa yang diharapkan dari investasi besar di sektor hilirisasi dan energi hijau ini?A
Diharapkan investasi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing industri Indonesia.




