Teknologi Proses Kering Baru Untuk Baterai EV Lebih Cepat, Murah, dan Tahan Lama
Courtesy of InterestingEngineering

Teknologi Proses Kering Baru Untuk Baterai EV Lebih Cepat, Murah, dan Tahan Lama

Menghadirkan teknik pembuatan baterai berbasis proses kering tanpa pelarut cair beracun yang menghasilkan elektroda yang lebih kuat, tahan lama, dan efisien, serta mendukung pengisian cepat dan pengurangan biaya produksi untuk mempercepat pemanfaatan kendaraan listrik.

19 Feb 2026, 18.07 WIB
34 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Metode produksi baterai kering dapat mengurangi biaya dan dampak lingkungan.
  • Interaksi kimia unik dalam elektrode kering meningkatkan kinerja baterai.
  • Pengembangan ini berpotensi mempercepat adopsi kendaraan listrik dengan pengisian cepat dan efisiensi yang lebih tinggi.
Chicago, Amerika Serikat - Insinyur dari Universitas Chicago mengembangkan teknik baru untuk membuat baterai kendaraan listrik (EV) yang tidak menggunakan slurry atau cairan beracun dalam proses produksinya. Metode ini menggunakan proses kering yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis dibanding cara lama yang selama ini umum dilakukan.
Proses baru ini menghasilkan elektroda baterai yang lebih kuat dan tahan lama dengan jaringan konduktif yang lebih baik berkat reaksi kimia unik antara bahan karbon dan binder. Efek ini mengurangi reaksi samping yang biasanya terjadi pada baterai bertegangan tinggi sehingga baterai jadi lebih stabil dan tahan lama.
Metode slurry tradisional membutuhkan pelarut beracun, proses pengeringan dengan oven besar, serta tidak efisien saat elektroda dibuat makin tebal. Sedangkan proses kering ini menghilangkan masalah tersebut serta memungkinkan baterai dibuat lebih cepat, murah, dan dengan limbah produksi yang lebih sedikit.
Keunggulan teknologi ini adalah memungkinkan baterai EV dengan kapasitas lebih besar dan performa lebih baik, serta memungkinkan siklus pengisian yang cepat. Hal ini sangat penting untuk menjembatani kesenjangan antara pengisian bahan bakar kendaraan konvensional dengan pengisian baterai kendaraan listrik.
Penelitian ini diterbitkan di jurnal Nature Energy dan membuka harapan baru bagi industri baterai dan kendaraan listrik. Tim peneliti berencana untuk terus mengoptimalkan struktur elektroda agar bisa mempercepat laju ion lithium sehingga waktu pengisian baterai bisa lebih cepat lagi.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/energy/university-of-chicago-powerful-ev-batteries-dry-method

Analisis Ahli

Minghao Zhang
"Metode pembuatan elektroda kering tidak hanya lebih berkelanjutan, tetapi juga meningkatkan kinerja baterai dengan cara yang sebelumnya tidak terduga, seperti mampu mendukung siklus tegangan tinggi dengan minimal reaksi samping."

Analisis Kami

"Proses kering dalam pembuatan elektroda adalah lompatan penting yang dapat menurunkan dampak lingkungan dan biaya manufaktur baterai EV secara signifikan. Selain itu, penemuan efek sinergis antara karbon dan binder menandai sebuah terobosan yang mungkin mengubah paradigma desain elektroda di industri baterai."

Prediksi Kami

Teknologi ini akan mempercepat produksi baterai EV yang lebih murah dan tahan lama, sehingga kendaraan listrik menjadi lebih terjangkau dan pengisian ulang baterai bisa mendekati kecepatan pengisian bahan bakar konvensional.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu teknologi kering dalam produksi baterai?
A
Teknologi kering adalah metode produksi baterai yang tidak menggunakan pelarut cair, yang menghasilkan elektrode yang lebih kuat dan tahan lama.
Q
Siapa yang memimpin penelitian tentang teknologi baterai baru ini?
A
Profesor Minghao Zhang dari University of Chicago memimpin penelitian ini.
Q
Apa keuntungan dari penggunaan elektrode kering dibandingkan metode slurry?
A
Keuntungan penggunaan elektrode kering termasuk biaya produksi yang lebih rendah, dampak lingkungan yang lebih kecil, dan kinerja baterai yang lebih baik.
Q
Bagaimana interaksi kimia antara bahan karbon dan pengikat berpengaruh pada kinerja baterai?
A
Interaksi kimia antara bahan karbon dan pengikat menciptakan jaringan konduktif yang lebih baik, mengurangi reaksi samping dan meningkatkan stabilitas baterai.
Q
Apa langkah selanjutnya yang diambil oleh tim peneliti setelah menemukan teknologi ini?
A
Langkah selanjutnya adalah mengoptimalkan mikrostruktur elektrode untuk meningkatkan konduksi lithium-ion agar mendekati waktu pengisian bahan bakar bensin.