
Courtesy of CNBCIndonesia
Bahaya Perut Buncit pada Laki-Laki dan Cara Efektif Mengatasinya
Memberikan pemahaman tentang bahaya perut buncit akibat obesitas sentral dan pentingnya perubahan pola pikir serta gaya hidup untuk pencegahan dan pengatasi kondisi tersebut.
17 Jan 2026, 12.00 WIB
284 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Perut buncit merupakan masalah kesehatan serius yang dapat menyebabkan berbagai penyakit.
- Perbedaan hormon antara laki-laki dan perempuan mempengaruhi penumpukan lemak di tubuh.
- Perubahan gaya hidup yang sehat dan konsisten sangat penting untuk mengatasi obesitas.
Jakarta, Indonesia - Perut buncit sering dialami oleh banyak laki-laki dan ternyata bukan hanya masalah penampilan saja, tetapi juga risiko besar bagi kesehatan. Kondisi ini dikenal sebagai obesitas sentral, yaitu penumpukan lemak yang terfokus di area perut. Berbeda dengan perempuan yang memiliki sebaran lemak lebih merata karena hormon estrogen, laki-laki cenderung mengalami penumpukan lemak terutama di bagian perut.
Obesitas sentral ini bisa menyebabkan sindrom metabolik yang meliputi peningkatan gula darah, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol yang tidak normal. Sindrom ini berisiko memicu penyakit serius seperti diabetes melitus, jantung koroner, dan hipertensi. Oleh sebab itu, perut buncit tidak boleh dianggap remeh karena bisa berakibat fatal jika dibiarkan berlanjut.
Faktor usia juga mempengaruhi munculnya obesitas sentral, terutama pada perempuan di atas 40 tahun karena perubahan hormonal. Namun, obesitas sentral juga bisa terjadi sejak muda akibat gaya hidup tidak sehat, seperti kurang olahraga dan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Ini menunjukkan pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Menurut pakar gizi dari UGM, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, mengatasi perut buncit membutuhkan perubahan pola pikir dan kesabaran. Memperbaiki pola makan dengan mengurangi gula, garam, dan lemak serta meningkatkan konsumsi buah dan sayur sangat dianjurkan. Setiap strategi penurunan berat badan pun harus disesuaikan dengan usia dan kondisi tubuh masing-masing.
Untuk yang berusia di atas 40 tahun, metabolisme yang sudah melambat menuntut metode tambahan seperti intermittent fasting atau mengatur waktu makan. Semua tindakan harus bersifat personal dan didampingi oleh tenaga profesional agar hasilnya optimal dan risiko penyakit dapat ditekan. Intinya adalah membangun niat dan komitmen kuat untuk berubah demi kesehatan jangka panjang.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260117090744-37-703002/banyak-pria-punya-perut-buncit-pakar-ugm-ungkap-dampaknya-fatal
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260117090744-37-703002/banyak-pria-punya-perut-buncit-pakar-ugm-ungkap-dampaknya-fatal
Analisis Ahli
Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih
"Penting untuk membangun mindset yang kuat sebelum melakukan diet karena tanpa keseriusan mental, program apa pun tidak akan efektif. Pendekatan personal dan pengawasan profesional sangat membantu dalam menangani obesitas sentral secara optimal."
Analisis Kami
"Obesitas sentral adalah masalah kesehatan yang sering diremehkan padahal dampaknya sangat besar. Menjadi krusial untuk menekankan pentingnya edukasi gaya hidup sehat dan pendekatan personal dalam penanganan berat badan agar efektif dan berkelanjutan."
Prediksi Kami
Jika tidak ada kesadaran dan perubahan gaya hidup, prevalensi obesitas sentral dan penyakit terkait akan meningkat, menyebabkan beban kesehatan masyarakat yang lebih besar di masa depan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dimaksud dengan perut buncit?A
Perut buncit adalah kondisi di mana lemak menumpuk di area perut, yang merupakan salah satu bentuk obesitas sentral.Q
Mengapa laki-laki cenderung lebih memiliki perut buncit dibandingkan perempuan?A
Laki-laki cenderung lebih banyak mengalami perut buncit karena kurangnya hormon estrogen, yang membuat penumpukan lemak lebih terpusat di perut.Q
Apa dampak kesehatan dari obesitas sentral?A
Obesitas sentral dapat menyebabkan sindrom metabolik, yang berisiko mengidap penyakit seperti diabetes melitus, jantung koroner, dan hipertensi.Q
Apa yang disarankan Dr. Mirza untuk mengatasi obesitas?A
Dr. Mirza menyarankan untuk mengubah pola pikir, memperbaiki pola makan, dan meningkatkan aktivitas fisik untuk mengatasi obesitas.Q
Bagaimana perbedaan metabolisme antara orang muda dan di atas 40 tahun?A
Orang muda memiliki metabolisme yang lebih baik, sehingga perubahan pola makan dan aktivitas fisik lebih efektif, sedangkan mereka yang di atas 40 tahun perlu strategi tambahan seperti Intermittan Fasting.




