Meta Rencanakan AI untuk Membuat Akun Pengguna yang Telah Meninggal Tetap Hidup
Courtesy of CNBCIndonesia

Meta Rencanakan AI untuk Membuat Akun Pengguna yang Telah Meninggal Tetap Hidup

Menginformasikan rencana dan pengembangan teknologi AI oleh Meta yang berpotensi mengubah cara akun media sosial orang yang sudah meninggal dapat berinteraksi secara digital, sehingga pengguna memahami implikasi yang mungkin terjadi di masa depan.

18 Feb 2026, 16.15 WIB
123 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Meta mempertimbangkan penggunaan data pengguna untuk pengembangan teknologi AI.
  • Instagram telah meluncurkan fitur untuk menghormati pengguna yang telah meninggal.
  • Bytedance dengan Seedance menunjukkan kemampuan AI dalam menciptakan konten digital yang realistis.
Jakarta, Indonesia - Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, sedang mengembangkan teknologi AI yang memungkinkan akun pengguna yang sudah meninggal untuk terus aktif dan berinteraksi di media sosial. Rencana ini muncul setelah kabar bahwa Meta ingin menggunakan data pengguna untuk mesin AI dengan model bahasa besar (LLM).
Teknologi ini sedang dalam tahap paten dan akan memungkinkan terciptanya persona digital yang meniru cara berinteraksi pengguna yang sebenarnya. Instagram sudah memiliki fitur 'mengabadikan' akun pengguna yang telah meninggal dengan membekukannya agar tetap ada tanpa aktivitas baru.
Namun, teknologi yang tengah dikembangkan berbeda karena memungkinkan akun tersebut tetap 'hidup' dan berinteraksi sebagaimana pengguna aslinya. Meski begitu, hingga kini belum ada implementasi resmi atau fitur yang diluncurkan oleh Meta terkait hal ini.
Seiring dengan kemajuan AI, Meta berencana menginvestasikan dana besar mencapai 140 miliar dolar AS pada tahun 2026 untuk pengembangan teknologi AI. Ini menunjukkan betapa seriusnya perusahaan ini dalam berlomba di bidang kecerdasan buatan.
Teknologi menciptakan sosok digital, baik dari suara maupun gambar, yang mirip dengan aslinya sudah berkembang pesat. Contohnya adalah platform Seedance dari Bytedance yang telah berhasil mengembangkan teknologi semacam ini dengan sangat canggih.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260218131502-37-711801/muncul-ajakan-hapus-akun-facebook-sebelum-menyesal-ini-alasannya

Analisis Ahli

Elon Musk
"Teknologi AI harus dikembangkan dengan standar etika yang tinggi, apalagi ketika menyangkut data pribadi pengguna, termasuk yang sudah meninggal."
Fei-Fei Li
"Persona digital dapat membantu dalam pelestarian kenangan, tetapi harus diimbangi dengan regulasi yang menjaga kemanusiaan dan perlindungan data."
Andrew Ng
"Inovasi AI seperti ini sangat canggih, namun implementasinya harus hati-hati supaya tidak menciptakan konsekuensi sosial negatif."

Analisis Kami

"Pengembangan persona digital untuk pengguna yang telah meninggal membuka peluang besar sekaligus risiko serius dalam dunia media sosial dan AI. Hal ini dapat mengubah bagaimana kita mengenang dan berinteraksi dengan almarhum, namun perlu pengawasan ketat agar tidak disalahgunakan atau melanggar privasi."

Prediksi Kami

Di masa depan, mungkin akan ada fitur media sosial yang memungkinkan interaksi dengan persona digital orang yang sudah meninggal, menimbulkan pertanyaan baru tentang privasi, etika, dan hukum digital.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa rencana Meta terkait data pengguna Facebook?
A
Meta berencana menggunakan data pengguna Facebook untuk mengembangkan mesin AI.
Q
Bagaimana Meta berencana menggunakan data untuk AI?
A
Meta mencari cara untuk mematenkan proses penggunaan model bahasa besar untuk menciptakan persona pengguna yang sudah meninggal.
Q
Apa yang dilakukan Instagram terhadap akun pengguna yang telah meninggal?
A
Instagram mengabadikan akun pengguna yang telah meninggal dengan membekukan semua unggahannya.
Q
Siapa yang mengembangkan Seedance?
A
Seedance adalah platform yang dikembangkan oleh Bytedance.
Q
Seberapa besar investasi Meta untuk AI pada tahun 2026?
A
Meta berencana menginvestasikan US$140 miliar untuk AI pada tahun 2026.