Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

OpenAI dan Google Desak Pemerintah AS Izinkan AI Pakai Data Berhak Cipta

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (1y ago) artificial-intelligence (1y ago)
15 Mar 2025
256 dibaca
1 menit
OpenAI dan Google Desak Pemerintah AS Izinkan AI Pakai Data Berhak Cipta

Rangkuman 15 Detik

OpenAI dan Google mendukung akses ke materi berhak cipta untuk pelatihan AI.
Kekhawatiran tentang keamanan nasional terkait dengan persaingan AI antara AS dan China.
Anthropic fokus pada risiko keamanan nasional dan penguatan infrastruktur energi untuk mendukung pertumbuhan AI.
OpenAI dan Google sedang mendorong pemerintah AS untuk mengizinkan model AI mereka dilatih menggunakan materi yang dilindungi hak cipta. Mereka berpendapat bahwa akses ke konten berhak cipta penting untuk menjaga posisi Amerika dalam pengembangan AI, terutama agar tidak kalah dari China. OpenAI menyatakan bahwa jika pengembang AI di China memiliki akses tanpa batas ke data, sementara perusahaan AS tidak, maka perlombaan AI akan berakhir untuk Amerika. Google juga setuju, mengatakan bahwa kebijakan penggunaan yang adil sangat penting untuk melatih AI dengan data yang tersedia secara publik. Sementara itu, perusahaan AI lain seperti Anthropic tidak membahas masalah hak cipta, tetapi meminta pemerintah AS untuk menilai risiko keamanan nasional dari model AI dan memperkuat kontrol ekspor pada chip AI. Banyak perusahaan AI, termasuk OpenAI, sedang menghadapi tuntutan hukum karena diduga menggunakan konten berhak cipta untuk melatih model mereka tanpa izin.

Analisis Ahli

Lawrence Lessig
Penggunaan data berhak cipta untuk pelatihan AI memang harus diatur agar inovasi tidak terhambat, tapi perlindungan hak cipta harus tetap dihormati guna melindungi kreator asli.
Kate Crawford
Ketergantungan perusahaan AI pada data besar yang sering melanggar hak cipta adalah masalah etika yang signifikan dan memerlukan regulasi yang jelas dan adil.