Mengubah CO₂ Industri Menjadi Isoprene Ramah Lingkungan untuk Karet Sintetis
Courtesy of InterestingEngineering

Mengubah CO₂ Industri Menjadi Isoprene Ramah Lingkungan untuk Karet Sintetis

Mengembangkan proses bioteknologi yang dapat mengubah emisi CO₂ industri menjadi isoprene berkualitas polimer untuk menggantikan isoprene berbasis fosil, sehingga membantu menurunkan emisi karbon dan memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat akan bahan baku karet sintetis.

17 Feb 2026, 02.53 WIB
224 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Isoprene dapat dihasilkan secara berkelanjutan dari emisi CO₂ industri.
  • Proyek biokonversi menawarkan kesempatan untuk mengurangi dampak lingkungan sambil memenuhi permintaan pasar.
  • Mikroba dapat menjadi solusi untuk mengubah limbah karbon menjadi bahan yang bermanfaat.
Finlandia, Finlandia - Permintaan global terhadap isoprene, bahan dasar utama karet sintetis, terus meningkat karena penggunaannya yang luas pada ban mobil, perekat, dan elastomer. Namun, produksi isoprene saat ini masih bergantung pada sumber fosil yang menyumbang emisi karbon besar dan mempercepat perubahan iklim.
Industri semen dan pembangkit listrik berbahan bakar batubara menghasilkan emisi CO₂ dalam jumlah besar, yang bisa menjadi sumber bahan baku berharga jika dapat diolah secara efisien. Beberapa proyek pilot di Finlandia dan Amerika Serikat sudah mulai mengeksplorasi teknologi penangkapan dan pemanfaatan CO₂ ini.
Isoprene bio diproduksi melalui fermentasi mikroba yang memanfaatkan limbah biomassa atau langsung CO₂ dari emisi industri. Molekul isoprene bio ini identik secara kimia dengan isoprene fosil, sehingga dapat digunakan langsung tanpa perubahan di proses manufaktur karet sintetis.
Visolis adalah contoh perusahaan yang berhasil mengembangkan dan memproduksi isoprene karbon-negatif dari kayu limbah, menawarkan solusi yang tidak hanya mengurangi emisi tetapi juga dapat menyeimbangkan jejak karbon ketika produk karet dipakai dan didaur ulang.
Meskipun teknologinya masih dalam tahap pengembangan dan perlu skala lebih besar agar ekonomis, para ahli optimis bahwa penggunaan mikroba untuk mengolah CO₂ industri menjadi isoprene akan membuka jalan baru dalam industri kimia berkelanjutan dan mendukung target global penurunan emisi karbon.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/case-studies/industrial-isoprene-synthetic-rubber

Analisis Ahli

Paul Dauenhauer
"Isoprene bio adalah pengganti langsung yang sempurna untuk isoprene fosil, memungkinkan transisi tanpa gangguan pada industri karet."
Deepak Dugar
"Proses kami dapat menghasilkan isoprene dengan jejak karbon negatif, memperlihatkan potensi besar dalam mitigasi perubahan iklim."
Juha Lehtonen
"Konversi CO₂ dari emisi industri menjadi polimer dan bahan bakar dapat mengubah Finlandia menjadi pusat produksi bahan baku berkelanjutan."

Analisis Kami

"Pemanfaatan langsung CO₂ dari emisi industri untuk produksi isoprene adalah langkah revolusioner yang dapat mengubah paradigma produksi bahan kimia dan plastik saat ini. Namun, untuk mencapai skala industri yang ekonomis, perlu terobosan besar dalam efisiensi mikroba dan teknologi penangkapan CO₂ agar biaya produksi setara dengan isoprene fosil."

Prediksi Kami

Di masa depan, produksi isoprene berbasis CO₂ industri melalui proses mikroba akan terintegrasi secara luas dalam fasilitas industri besar, seperti pabrik semen, sehingga mampu menyediakan bahan baku karet sintetis yang ramah lingkungan dan membantu target pengurangan emisi global.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu isoprene dan mengapa penting?
A
Isoprene adalah prekursor karet yang dihasilkan dari petroleum atau gas alam, dan permintaannya terus meningkat karena penggunaannya dalam ban mobil, lem, dan elastomer.
Q
Bagaimana mikroba dapat digunakan untuk mengubah emisi CO₂ menjadi isoprene?
A
Mikroba dapat digunakan untuk mengubah emisi CO₂ menjadi isoprene melalui proses fermentasi, memanfaatkan karbon dari limbah industri.
Q
Apa contoh proyek yang berhasil dalam biokonversi CO₂?
A
Contoh proyek yang berhasil adalah proyek Bioruukki di Finlandia yang mengubah emisi CO₂ dari pabrik menjadi produk bernilai tinggi.
Q
Mengapa isoprene yang dihasilkan dari proses terbarukan lebih baik?
A
Isoprene yang dihasilkan dari proses terbarukan lebih baik karena tidak menggunakan bahan bakar fosil dan dapat membantu mengurangi emisi karbon.
Q
Apa tantangan yang dihadapi untuk memproduksi isoprene secara besar-besaran?
A
Tantangan yang dihadapi termasuk mengembangkan teknologi yang dapat diskalakan dan biaya produksi yang tetap kompetitif.