Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Angkatan Udara AS Pesan Bom Bunker-Buster Baru dari Boeing Senilai 100 Juta

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
News Publisher
16 Feb 2026
247 dibaca
2 menit
Angkatan Udara AS Pesan Bom Bunker-Buster Baru dari Boeing Senilai 100 Juta

AI summary

Angkatan Udara AS telah mengeluarkan kontrak untuk memulihkan persediaan Massive Ordnance Penetrator setelah penggunaannya dalam operasi militer.
Kontrak tersebut bernilai lebih dari $100 juta dan akan dilakukan secara eksklusif oleh Boeing.
Massive Ordnance Penetrator dirancang untuk menghancurkan target yang sangat terlindungi, menunjukkan kekuatan senjata konvensional AS.
Angkatan Udara Amerika Serikat telah memberikan kontrak bernilai lebih dari 100 juta dolar kepada Boeing untuk memproduksi kembali bom Massive Ordnance Penetrator (MOP) seberat 30.000 pon. Bom berat ini dikenal sebagai senjata utama untuk menembus target bawah tanah yang sangat kokoh.Kontrak ini muncul setelah penggunaan pertama kali bom MOP dalam operasi militer pada Juni 2025, yang menargetkan fasilitas nuklir bawah tanah di Fordow dan Natanz, Iran. Dalam operasi tersebut, 14 bom seberat 30.000 pon diledakkan menggunakan pesawat B-2 Spirit.Jumlah pasti bom yang akan diproduksi dan biaya akhirnya masih dirahasiakan, tetapi kontrak ini disusun sebagai pengadaan sumber tunggal, yang berarti hanya Boeing yang akan memproduksi senjata ini. Pengiriman diperkirakan dimulai pada tahun 2028.Bom Massive Ordnance Penetrator dirancang untuk menembus hingga 200 kaki batu, tanah, atau beton bertulang sebelum meledak, membuatnya sangat efektif untuk menghancurkan fasilitas bawah tanah dan bunker. Saat ini, hanya pesawat B-2 Spirit yang bisa membawa bom ini, dengan B-21 Raider sebagai penerus yang akan mendukung senjata ini di masa depan.Upaya ini merupakan bagian dari strategi Angkatan Udara AS untuk mengembalikan kesiapan tempur dan memastikan bahwa mereka memiliki senjata yang sangat kuat untuk memenuhi kebutuhan operasi militer kontinjensi global.

Experts Analysis

Dr. James Smith (Analis Militer)
Keputusan untuk segera mengganti persediaan bom Massive Ordnance Penetrator mencerminkan pentingnya senjata ini dalam operasi strategis dan kebutuhan mendesak untuk menjaga kesiapan tempur yang optimal. Bom ini merupakan salah satu aset kunci AS dalam menghadapi ancaman fasilitas bawah tanah yang sangat terlindungi.
Editorial Note
Pemilihan Boeing sebagai penyedia tunggal menjamin kecepatan produksi dan kesinambungan teknologi yang sudah ada, tetapi juga memperlihatkan ketergantungan tinggi pada satu perusahaan yang mungkin membatasi kompetisi. Langkah ini menunjukkan prioritas tinggi Amerika untuk mempertahankan keunggulan strategis di ranah serangan bunker dan target bawah tanah yang sangat dilindungi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.