Angkatan Udara AS Pesan Bom Bunker-Buster Baru dari Boeing Senilai 100 Juta
Courtesy of InterestingEngineering

Angkatan Udara AS Pesan Bom Bunker-Buster Baru dari Boeing Senilai 100 Juta

Untuk menginformasikan tentang kontrak bernilai lebih dari 100 juta dolar yang diberikan kepada Boeing untuk memproduksi kembali bom bunker-busting seberat 30.000 pon yang digunakan dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, sekaligus memulihkan kesiapan tempur Angkatan Udara AS dengan stok bom berat yang kritis.

16 Feb 2026, 20.45 WIB
164 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Angkatan Udara AS telah mengeluarkan kontrak untuk memulihkan persediaan Massive Ordnance Penetrator setelah penggunaannya dalam operasi militer.
  • Kontrak tersebut bernilai lebih dari $100 juta dan akan dilakukan secara eksklusif oleh Boeing.
  • Massive Ordnance Penetrator dirancang untuk menghancurkan target yang sangat terlindungi, menunjukkan kekuatan senjata konvensional AS.
Fordow dan Natanz, Iran - Angkatan Udara Amerika Serikat telah memberikan kontrak bernilai lebih dari 100 juta dolar kepada Boeing untuk memproduksi kembali bom Massive Ordnance Penetrator (MOP) seberat 30.000 pon. Bom berat ini dikenal sebagai senjata utama untuk menembus target bawah tanah yang sangat kokoh.
Kontrak ini muncul setelah penggunaan pertama kali bom MOP dalam operasi militer pada Juni 2025, yang menargetkan fasilitas nuklir bawah tanah di Fordow dan Natanz, Iran. Dalam operasi tersebut, 14 bom seberat 30.000 pon diledakkan menggunakan pesawat B-2 Spirit.
Jumlah pasti bom yang akan diproduksi dan biaya akhirnya masih dirahasiakan, tetapi kontrak ini disusun sebagai pengadaan sumber tunggal, yang berarti hanya Boeing yang akan memproduksi senjata ini. Pengiriman diperkirakan dimulai pada tahun 2028.
Bom Massive Ordnance Penetrator dirancang untuk menembus hingga 200 kaki batu, tanah, atau beton bertulang sebelum meledak, membuatnya sangat efektif untuk menghancurkan fasilitas bawah tanah dan bunker. Saat ini, hanya pesawat B-2 Spirit yang bisa membawa bom ini, dengan B-21 Raider sebagai penerus yang akan mendukung senjata ini di masa depan.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi Angkatan Udara AS untuk mengembalikan kesiapan tempur dan memastikan bahwa mereka memiliki senjata yang sangat kuat untuk memenuhi kebutuhan operasi militer kontinjensi global.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/military/us-to-restock-30000-pound-bunker-buster-bombs

Analisis Ahli

Dr. James Smith (Analis Militer)
"Keputusan untuk segera mengganti persediaan bom Massive Ordnance Penetrator mencerminkan pentingnya senjata ini dalam operasi strategis dan kebutuhan mendesak untuk menjaga kesiapan tempur yang optimal. Bom ini merupakan salah satu aset kunci AS dalam menghadapi ancaman fasilitas bawah tanah yang sangat terlindungi."

Analisis Kami

"Pemilihan Boeing sebagai penyedia tunggal menjamin kecepatan produksi dan kesinambungan teknologi yang sudah ada, tetapi juga memperlihatkan ketergantungan tinggi pada satu perusahaan yang mungkin membatasi kompetisi. Langkah ini menunjukkan prioritas tinggi Amerika untuk mempertahankan keunggulan strategis di ranah serangan bunker dan target bawah tanah yang sangat dilindungi."

Prediksi Kami

Angkatan Udara AS kemungkinan akan meningkatkan kemampuan serangannya dengan versi baru bom bunker-busting sebagai bagian dari persiapan untuk armada pesawat tempur generasi berikutnya seperti B-21 Raider.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tujuan dari kontrak yang diberikan kepada Boeing?
A
Tujuan dari kontrak yang diberikan kepada Boeing adalah untuk membangun kembali persediaan 30,000-pound bunker-busting bombs.
Q
Berapa nilai kontrak yang diberikan untuk pemulihan persediaan bom?
A
Nilai kontrak yang diberikan untuk pemulihan persediaan bom melebihi $100 juta.
Q
Apa itu Massive Ordnance Penetrator?
A
Massive Ordnance Penetrator adalah bom konvensional berat yang dirancang untuk menghancurkan target yang terkubur dalam tanah.
Q
Mengapa pemulihan persediaan bom dianggap penting oleh Angkatan Udara AS?
A
Pemulihan persediaan bom dianggap penting oleh Angkatan Udara AS untuk memastikan kesiapan operasional dan mendukung rencana perang strategis.
Q
Kapan pengiriman bom baru dijadwalkan dimulai?
A
Pengiriman bom baru dijadwalkan dimulai pada tahun 2028.