Serangan Rahasia Amerika Serikat Menghancurkan Fasilitas Nuklir Iran
Finansial
Kebijakan Fiskal
23 Jun 2025
100 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran adalah hasil dari perencanaan yang matang dan taktik penipuan.
Pesawat B-2 Spirit dan senjata canggih digunakan untuk merusak program nuklir Iran tanpa menargetkan militer atau rakyat Iran.
Operasi ini menandai keterlibatan langsung AS dalam konflik yang lebih luas antara Iran dan Israel.
Amerika Serikat melancarkan operasi militer rahasia bernama Midnight Hammer yang menyerang fasilitas nuklir Iran di beberapa lokasi penting seperti Fordow, Natanz, dan Isfahan. Serangan ini menggunakan pesawat bomber siluman B-2 yang terbang jauh nonstop dari Missouri ke Iran dan kembali. Operasi dirancang dengan sangat cermat sehingga Iran tidak siap dan tidak berhasil menembak pesawat AS satu pun.
Untuk membingungkan pengawasan dunia, AS melakukan tipu daya dengan mengirim pesawat B-2 di wilayah berbeda dan meluncurkan rudal jelajah Tomahawk dari kapal selam ke salah satu situs nuklir. Seluruh operasi berlangsung dalam waktu sekitar 1,5 jam yang mencakup masuk dan keluar dari wilayah udara Iran dengan sukses.
Serangan ini menggunakan bom bunker-buster yang sangat berat yakni GBU-57 Massive Ordnance Penetrators yang mampu menembus struktur sulit dihancurkan, dengan total sekitar 14 bom diluncurkan ke dua situs utama Fordow dan Natanz. AS mengklaim telah menyebabkan kerusakan besar pada fasilitas nuklir tersebut tanpa menargetkan militer atau rakyat Iran.
Panglima dan pejabat tinggi pertahanan AS menyatakan bahwa operasi merupakan serangan paling lama dan pertama kalinya menggunakan bom MOP di alam operasional. AS tidak memiliki rencana untuk mengganti rezim Iran, melainkan fokus menghentikan kemajuan program nuklir negara itu. Semua pesawat AS kembali dengan selamat tanpa ada kerugian.
AS kini sedang memantau secara ketat respon Iran yang kemungkinan akan melakukan balasan. AS juga tidak menutup kemungkinan meluncurkan serangan lanjutan tergantung hasil evaluasi kerusakan fasilitas nuklir. Operasi ini menjadi titik penting dalam konflik Iran-Israel dengan keterlibatan langsung militer Amerika Serikat.


