Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Angkatan Udara AS Kembangkan Bom Penetrator Ringan dan Akurat Pengganti MOP

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
InterestingEngineering InterestingEngineering
09 Sep 2025
58 dibaca
2 menit
Angkatan Udara AS Kembangkan Bom Penetrator Ringan dan Akurat Pengganti MOP

Rangkuman 15 Detik

Angkatan Udara AS mengembangkan senjata penetrator generasi baru untuk menggantikan GBU-57.
Boeing dan ARA bekerja sama untuk menciptakan senjata yang lebih ringan dengan akurasi tinggi.
Senjata baru ini dirancang untuk menghancurkan infrastruktur militer yang sangat terlindungi dan mendalam, yang menjadi tantangan bagi keamanan nasional.
Angkatan Udara Amerika Serikat sedang mengembangkan bom penetrator generasi baru yang akan menggantikan GBU-57 Massive Ordnance Penetrator (MOP). Kontrak untuk pengembangan ini diberikan kepada Applied Research Associates (ARA) dengan Boeing sebagai mitra dalam proyek ini. Bom ini dirancang lebih ringan namun tetap mampu menembus target bawah tanah yang sangat terlindungi. NGP memiliki batas berat maksimum sebesar 22.000 pon, lebih ringan daripada MOP yang saat ini memiliki bobot 30.000 pon. Bom ini juga harus memiliki akurasi sangat tinggi, yaitu mampu mengenai sasaran dalam radius 2,2 meter sebanyak 90 persen dari waktu, bahkan dalam kondisi gangguan atau penolakan sinyal GPS yang sering kali mengganggu senjata modern saat ini. Prototipe senjata ini akan dibuat dalam bentuk skala kecil dan penuh, dengan total sekitar 10 prototipe skala kecil dan 3 sampai 5 prototipe skala penuh yang akan diuji dalam 18 hingga 24 bulan ke depan. Pengujian bertujuan untuk memastikan kemampuan bom ini merobohkan sasaran yang sangat dalam dan terlindungi seperti bunker dan fasilitas bawah tanah. Boeing, yang sebelumnya membangun MOP, kini bertugas mengembangkan tail kit baru yang berfungsi sebagai sistem pemandu GPS-inersia canggih. Boeing juga membantu integrasi penuh sistem senjata guna memastikan senjata baru ini dapat dipasang dan digunakan di pesawat tempur angkatan udara yang baru maupun yang sudah ada. Senjata ini sangat penting untuk menghancurkan target-target militer yang tidak bisa dijangkau oleh serangan udara biasa, termasuk laboratorium nuklir dan bunker komando. Pengembangan NGP menjadi prioritas karena dapat memberikan keunggulan lebih cepat dan efektif bagi militer AS dalam menghadapi ancaman di masa depan.

Analisis Ahli

Dr. Michael O'Hanlon (Pakar Pertahanan)
Penggantian MOP dengan NGP adalah langkah strategis yang masuk akal mengingat kebutuhan perlengkapan militer untuk tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan medan perang modern. Penekanan pada kemampuan operasional walau dalam lingkungan GPS terhambat sangat krusial.