TLDR
Proyek inovasi ini menunjukkan bagaimana ide sederhana dapat berkembang menjadi solusi yang berpotensi menyelamatkan nyawa. Kolaborasi antara anggota militer dan institusi pendidikan dapat menghasilkan teknologi baru yang bermanfaat. Program seperti AFWERX sangat penting dalam mendukung inovasi dan pengembangan teknologi di lingkungan militer. Seorang mantan Master Sersan Angkatan Udara bernama Daniel Trombone menciptakan sistem persepsi kedalaman untuk robot penjinak bahan peledak sebagai tugas akhir kuliahnya di Universitas Arkansas, Grantham. Ini dimulai karena masalah sulitnya operator menilai kedalaman melalui video dua dimensi saat mengendalikan robot tersebut.Biasanya, operator menggunakan bayangan atau petunjuk sederhana seperti tali kecil yang dipasang pada robot untuk memperkirakan jarak, yang tentu saja tidak selalu tepat dan berisiko. Trombone bertujuan untuk membuat alat yang mudah dipasang di kamera robot tanpa perlu sensor tambahan atau sistem pemrosesan yang rumit.Dengan usaha pribadi dan kerja keras di garasi rumah, Trombone membuat prototipe dengan alat sederhana, yang ditempelkan pada robot menggunakan klem C dan isolasi. Meski tampilannya sederhana, alat ini terbukti membantu operator bekerja dengan lebih akurat dan aman.Untuk mengembangkan proyek ini lebih lanjut, Trombone bekerja sama dengan rekannya Tech. Sgt. Matt Ruben yang ahli dalam desain CAD dan pencetakan 3D. Mereka mengikuti program AFWERX Refinery untuk mendapatkan dana dan dukungan teknis, serta diawasi oleh lembaga seperti Wright Brothers Institute.Kini sistem ini sudah mengantongi permohonan paten dan tengah disiapkan untuk produksi massal oleh perusahaan teknik terpercaya. Alat ini diharapkan bisa dipakai di berbagai unit penjinak bom militer untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional tanpa perlu anggaran besar.