Inner Mongolia Bangun Pembangkit Listrik Campuran Batu Bara dan Energi Terbarukan
Sains
Iklim dan Lingkungan
16 Feb 2026
212 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Inner Mongolia akan membangun dua pembangkit listrik baru yang menggabungkan batu bara dan energi terbarukan.
Pembangkit ini bertujuan untuk mendukung pasokan energi bagi wilayah ekonomi utama di Tiongkok.
Penggunaan batu bara kini berfungsi sebagai cadangan untuk menutupi kekurangan energi dari sumber terbarukan.
Inner Mongolia, sebuah kawasan di Cina, sedang memulai pembangunan dua pembangkit listrik baru yang menggunakan kombinasi batu bara dan energi terbarukan seperti tenaga angin dan matahari. Ini adalah langkah strategis penting untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik di wilayah yang sangat maju seperti Shanghai dan Jiangsu.
Pembangkit listrik tersebut didesain sebagai pembangkit fleksibel di mana batu bara tidak lagi menjadi sumber utama, tapi berfungsi sebagai cadangan yang dapat mengisi kekosongan saat energi dari angin dan matahari tidak mencukupi. Pendekatan ini dapat mengatasi masalah ketidakstabilan pasokan energi terbarukan.
Pembangkit di Shanghai akan memiliki kapasitas besar untuk tenaga surya mencapai 8 gigawatt, di samping tenaga angin dan batu bara yang lebih kecil, serta fasilitas penyimpanan energi sebesar 9 gigawatt-jam untuk menjaga kestabilan pasokan listrik.
Proyek ini didukung oleh National Energy Administration dan merupakan bagian dari usaha untuk mengoptimalkan sumber daya yang kaya di Inner Mongolia, baik batu bara maupun energi terbarukan yang telah berkembang pesat di kawasan ini.
Melalui metode campuran dan fleksibel ini, Cina berharap bisa menyeimbangkan kebutuhan energi antara penggunaan bahan bakar fosil dan sumber terbarukan, mempersiapkan masa depan energi yang lebih bersih namun tetap andal bagi ekonomi mereka.
Analisis Ahli
Prof. Wang Lei
Pendekatan kombinasi energi terbarukan dan batu bara fleksibel adalah langkah penting untuk menjaga stabilitas jaringan listrik selama masa transisi energi di Cina.Dr. Li Jing
Penggunaan baterai dengan kapasitas besar bersama pembangkit energi terbarukan dapat menurunkan emisi secara signifikan jika diikuti oleh peralihan bertahap dari batu bara.

