Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Baterai Lithium Tahan Dingin Sukses Dukung Misi Ilmiah Gunung Everest

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
electronic-vehicles-and-batteries (9mo ago) electronic-vehicles-and-batteries (9mo ago)
03 Jun 2025
98 dibaca
2 menit
Baterai Lithium Tahan Dingin Sukses Dukung Misi Ilmiah Gunung Everest

Rangkuman 15 Detik

Wiltson Energy berhasil mengembangkan baterai yang dapat beroperasi di suhu ekstrem.
Baterai ini menunjukkan performa yang hampir sama dengan suhu kamar, meskipun pada ketinggian dan suhu yang sangat rendah.
Teknologi ini memiliki potensi besar untuk digunakan dalam aplikasi di berbagai lingkungan yang menantang di seluruh dunia.
Wiltson Energy dari Cina berhasil mengembangkan baterai lithium khusus yang mampu beroperasi di suhu sangat rendah hingga -40°C tanpa bantuan pemanas eksternal. Baterai ini dirancang khusus untuk memberikan daya andal di lingkungan ekstrem seperti Gunung Everest, dimana suhu sangat dingin dan tekanan atmosfer sangat rendah. Dalam sebuah misi ilmiah selama 12 hari di puncak Gunung Everest, baterai tersebut berhasil memberi tenaga bagi alat stasiun cuaca otomatis tertinggi di dunia serta peralatan pengeboran inti es, tanpa mengalami kegagalan atau gangguan berarti. Ini membuktikan kemampuan baterai untuk bekerja dalam kondisi paling menantang sekalipun. Salah satu terobosan penting baterai ini adalah kemampuannya mempertahankan efisiensi pengosongan lebih dari 80 persen pada suhu -40°F yang nyaris menyamai performanya pada suhu ruangan. Selain itu, baterai ini dapat diisi ulang langsung dari panel surya tanpa perlu pemanasan sebelum pengisian, yang biasanya dibutuhkan pada baterai konvensional. Desain casing yang kuat menggunakan baja silinder membantu baterai ini bertahan dari tekanan rendah yang ekstrem di ketinggian tinggi. Sertifikasi internasional seperti UL, CE, dan lainnya juga mendukung kredibilitas dan keselamatan penggunaan baterai ini pada berbagai aplikasi global. Teknologi ini diperkirakan akan memberikan dampak besar tidak hanya untuk penelitian ilmiah dan ekspedisi di cuaca dingin, tetapi juga untuk aplikasi di infrastruktur kritis, telekomunikasi di lokasi terpencil, dan penggunaan off-grid pada musim dingin di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat.