Baterai LiFePO₄ Baru Jaga Pelacak Surya Berfungsi di Suhu Ekstrem
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
22 Agt 2025
253 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Baterai lithium iron phosphate baru dari Wiltson Energy dapat beroperasi pada suhu ekstrem tanpa pemanasan tambahan.
Sistem pelacakan solar dapat meningkatkan hasil energi hingga 40%, dan baterai ini memastikan keberlanjutan operasional di cuaca dingin.
Inovasi ini membantu mengurangi biaya dan kompleksitas sistem sambil meningkatkan efisiensi energi.
Wiltson Energy, perusahaan asal Dongguan, China, baru saja meluncurkan baterai lithium iron phosphate (LiFePO₄) model 26650 yang dirancang khusus agar tetap berfungsi baik di suhu sangat rendah hingga -40 derajat Celsius tanpa membutuhkan pemanas tambahan. Inovasi ini penting karena baterai konvensional sering gagal saat menghadapi suhu beku, yang menyebabkan sistem pelacak surya berhenti bekerja dan menurunkan hasil energi.
Sistem pelacak surya dapat meningkatkan produksi energi matahari antara 10 hingga 40 persen karena panel surya mengikuti posisi matahari sepanjang hari. Namun, di daerah dingin, baterai yang biasa digunakan mengalami penurunan kapasitas dan performa, sehingga pelacak bisa berhenti beroperasi saat dibutuhkan. Baterai timbal-asam kehilangan hingga 30 persen kapasitas di bawah titik beku, dan baterai lithium-ion juga memiliki risiko selama pengisian di kondisi sangat dingin.
Baterai terbaru Wiltson Energy ini mampu menjaga lebih dari 90 persen kapasitasnya bahkan pada suhu -40 derajat Fahrenheit dan mendukung tingkat pelepasan daya hingga 5 kali kapasitas Amp-hournya. Keunggulan lainnya, baterai ini bisa diisi daya secara langsung pada suhu beku tanpa membentuk lithium dendrit yang bisa merusak baterai atau menimbulkan risiko keselamatan.
Dengan menggunakan baterai ini, sistem pelacak surya bisa terus bergerak dan menjaga panel selalu sejajar dengan matahari walaupun dalam kondisi cuaca sangat dingin dan buruk. Hal ini mengurangi risiko kegagalan sistem akibat baterai yang lemah dan membantu operator memaksimalkan keuntungan energi mereka sepanjang tahun, termasuk di musim dingin yang keras.
Selain itu, bentuk silinder standar baterai ini memudahkan pemasangan secara modular, dan baterai juga bisa berfungsi sebagai sumber daya utama atau sistem suplai daya tak terputus (UPS). Baterai ini juga dapat beralih secara cepat dalam waktu 10 milidetik saat terjadi pemadaman listrik, yang menjamin sistem pelacak surya tetap berjalan tanpa gangguan.
Analisis Ahli
Dr. Mei Lin (Ahli Energi Terbarukan)
Baterai dengan performa stabil di suhu rendah akan mempercepat penetrasi energi surya di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau, meningkatkan ketahanan jaringan dan keberlanjutan.

