
Courtesy of LiveScience
Protocluster Galaksi Paling Jauh Menantang Teori Evolusi Alam Semesta Awal
Memberikan bukti dan pemahaman baru tentang pembentukan struktur besar di alam semesta awal, khususnya bagaimana protokluster galaksi besar bisa terbentuk lebih cepat dari yang diperkirakan, sehingga menantang model kosmologi saat ini.
15 Feb 2026, 18.00 WIB
150 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- JADES-ID1 adalah protocluster galaksi paling jauh yang pernah ditemukan.
- Keberadaan JADES-ID1 menunjukkan bahwa alam semesta tumbuh dengan cepat.
- Penemuan ini menantang model saat ini tentang pembentukan galaksi di alam semesta awal.
Tidak spesifik, lokasi observasi dari luar angkasa - Para astronom berhasil menemukan sebuah protokluster galaksi paling jauh yang pernah terdeteksi, bernama JADES-ID1, yang berjarak sekitar 12,7 miliar tahun cahaya dari Bumi. Protokluster ini terlihat sebagai kumpulan titik-titik cahaya dalam sebuah awan besar berwarna biru yang terdeteksi oleh teleskop luar angkasa James Webb dan Chandra.
Protokluster adalah bentuk awal dari gugus galaksi yang menampilkan kumpulan galaksi muda yang tertarik satu sama lain oleh gravitasi. Dalam hal ini, galaksi-galaksi di JADES-ID1 masih kurang rapat dan gas panas yang mengelilinginya belum cukup berkembang sehingga sulit untuk dideteksi.
Tim ilmuwan menggunakan instrumen inframerah JWST untuk mengidentifikasi setidaknya 66 galaksi yang terikat secara gravitasi dalam protokluster ini. Gas panas yang mengelilingi galaksi-galaksi tersebut memancarkan sinar-X yang terdeteksi oleh Teleskop Chandra, membuktikan entitas tunggal yang besar ini.
Menariknya, JADES-ID1 memiliki massa sekitar 20 triliun kali massa Matahari dan lebar sekitar 1,1 juta tahun cahaya. Ini bertentangan dengan teori saat ini yang memperkirakan bahwa struktur sebesar ini terbentuk paling cepat antara dua hingga tiga miliar tahun setelah Big Bang, sedangkan JADES-ID1 ada saat alam semesta baru berumur sekitar satu miliar tahun.
Penemuan protokluster ini mengundang tanda tanya besar tentang bagaimana struktur sebesar itu bisa terbentuk dengan sangat cepat dalam sejarah alam semesta, sehingga memberi tantangan dan inspirasi baru dalam penelitian kosmologi dan evolusi galaksi.
Referensi:
[1] https://www.livescience.com/space/deepest-views-from-james-webb-and-chandra-telescopes-reveal-a-monster-object-that-defies-theory-space-photo-of-the-week
[1] https://www.livescience.com/space/deepest-views-from-james-webb-and-chandra-telescopes-reveal-a-monster-object-that-defies-theory-space-photo-of-the-week
Analisis Ahli
Akos Bogdan
"Penemuan JADES-ID1 menunjukkan bahwa alam semesta tumbuh dengan sangat cepat dan memberikan bukti baru yang penting untuk mempelajari pembentukan struktur besar pada masa awal."
Analisis Kami
"Penemuan JADES-ID1 sangat mengguncang pemahaman kita tentang pembentukan struktur besar di alam semesta karena menunjukkan bahwa protokluster besar bisa terbentuk jauh lebih cepat dari yang diprediksi. Ini membuka peluang besar bagi para astronom untuk mengeksplorasi kondisi fisika dan mekanisme pembentukan galaksi yang belum sepenuhnya dipahami di masa awal alam semesta."
Prediksi Kami
Penemuan JADES-ID1 akan memacu revisi dan pengembangan model kosmologi baru yang menjelaskan pembentukan struktur galaksi raksasa lebih cepat, serta mendorong pencarian lebih banyak protokluster di alam semesta awal.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa itu JADES-ID1?A
JADES-ID1 adalah protocluster galaksi yang terletak 12,7 miliar tahun cahaya dari Bumi.Q
Mengapa JADES-ID1 penting bagi astronomi?A
JADES-ID1 memberikan wawasan baru tentang pembentukan dan pertumbuhan galaksi di alam semesta awal.Q
Bagaimana JADES-ID1 ditemukan?A
JADES-ID1 ditemukan menggunakan pengamatan mendalam dari teleskop Chandra dan James Webb.Q
Apa yang membuat JADES-ID1 berbeda dari cluster galaksi yang lebih tua?A
JADES-ID1 lebih muda dan kurang terikat dibandingkan dengan cluster galaksi yang lebih tua.Q
Mengapa keberadaan JADES-ID1 mengejutkan para ilmuwan?A
Keberadaan JADES-ID1 mengejutkan karena menurut model, protocluster sebesar ini seharusnya tidak terbentuk hingga 2-3 miliar tahun setelah Big Bang.




