Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Gerhana Matahari Total Akan Hilang
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
14 Feb 2026
230 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Bulan terus menjauh dari Bumi dengan kecepatan 3,8 cm per tahun.
Gerhana Matahari Total akan semakin jarang terjadi seiring berjalannya waktu.
Misi Apollo memberikan informasi penting tentang jarak antara Bumi dan Bulan melalui reflektor.
Bumi dan Bulan tidak selalu menjaga jarak yang sama di tata surya. Sejak misi Apollo pada 1960-an, yang meletakkan reflektor di permukaan Bulan, para ilmuwan dapat mengukur jarak Bulan dari Bumi dengan lebih akurat menggunakan cahaya laser yang dipantulkan kembali ke Bumi.
Pengukuran ini menunjukkan bahwa Bulan secara perlahan menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 cm setiap tahun. Jarak yang semakin bertambah ini membawa perubahan penting dalam berbagai fenomena yang bisa diamati di Bumi, termasuk gerhana matahari.
Karena jaraknya yang menjauh, ukuran Bulan yang tampak dari Bumi menjadi semakin kecil, sehingga kerapatan dan frekuensi terjadinya gerhana matahari total juga ikut berkurang. Fenomena gerhana yang dulu sering terjadi semakin lama semakin langka.
Menurut para ilmuwan, khususnya NASA, sekitar 600 juta tahun lagi, gerhana matahari total tidak akan dapat dilihat lagi oleh manusia karena Bulan sudah terlalu jauh dan ukurannya tampak jauh lebih kecil dari Matahari.
Selain itu, fakta menarik lainnya adalah ukuran Bulan jauh lebih besar miliaran tahun lalu, bahkan sekitar tiga kali lebih besar dari ukuran saat ini ketika Bulan belum menempati orbitnya yang sekarang di sekitar Bumi.
Analisis Ahli
Richard Vondrak
Gerhana Matahari Total akan semakin langka hingga akhirnya menghilang dalam 600 juta tahun karena Bulan menjauh.

