Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Prabowo Soroti Dampak AI dan Robotik Terhadap Pengangguran di Indonesia

Teknologi
Kecerdasan Buatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
20 Okt 2025
181 dibaca
2 menit
Prabowo Soroti Dampak AI dan Robotik Terhadap Pengangguran di Indonesia

Rangkuman 15 Detik

Kemunculan kecerdasan buatan berpotensi mengurangi jumlah pekerjaan di sektor tertentu.
Tingkat pengangguran di Indonesia telah menunjukkan penurunan, namun masih perlu perhatian lebih.
Penggunaan teknologi seperti robot dalam industri mengharuskan pemerintah untuk memikirkan solusi terhadap dampak sosialnya.
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mengangkat isu penting tentang bagaimana kecerdasan buatan (AI) dan robotik telah mengubah cara kerja manusia, terutama dalam sektor penelitian dan industri. Ia menyatakan bahwa teknologi AI meningkatkan efisiensi sehingga jumlah pekerja yang dibutuhkan menurun drastis. Sebagai contoh, Prabowo menyebut pabrik Volkswagen di Jerman yang dulu mempekerjakan 5.000-6.000 orang, kini hanya tinggal 30 pekerja manusia karena penggunaan robot yang meluas. Fenomena ini menjadi perhatian karena menandakan perubahan besar di bidang pekerjaan global. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah Indonesia menyadari risiko pengangguran yang meningkat akibat kemajuan teknologi tersebut. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya keras untuk mencari solusi agar dampak negatif ini bisa diredam, termasuk memikirkan langkah strategis dalam penyerapan tenaga kerja. Meski terdapat tantangan, Prabowo membagikan data positif bahwa tingkat pengangguran terbuka di Indonesia turun menjadi 4,76%, angka yang diklaim paling rendah sejak krisis ekonomi pada tahun 1998. Namun, angka ini tetap menjadi perhatian karena mewakili jutaan orang yang masih membutuhkan pekerjaan. Pemerintah tidak ingin berpuas diri dan akan terus fokus mencari solusi agar mereka yang kehilangan pekerjaan akibat disrupsi AI dan robotik bisa segera mendapatkan kesempatan kerja baru. Hal ini menunjukkan pentingnya adaptasi di era teknologi yang cepat berkembang.

Analisis Ahli

Andrew Ng
AI akan merubah lanskap pekerjaan secara fundamental, dan negara-negara harus proaktif menyiapkan tenaga kerja mereka dengan keterampilan baru.
Erik Brynjolfsson
Disrupsi digital membuat kebutuhan akan kolaborasi manusia dan mesin semakin penting, pemerintah perlu menggenjot investasi di pendidikan dan inovasi.