TLDR
GLM-5 menunjukkan kemajuan signifikan dalam kemampuan pengkodean dibandingkan pendahulunya. Zhipu AI mengikuti tren pengembangan AI dengan fokus pada engineering yang lebih terarah. Model terbaru ini tersedia secara open-source, memungkinkan aksesibilitas yang lebih luas untuk pengembang. Zhipu AI, sebuah perusahaan teknologi asal China, baru saja meluncurkan model kecerdasan buatannya yang terbaru dengan nama GLM-5. Model ini dibuat untuk menjawab kebutuhan akan kemampuan pemrograman otomatis yang lebih efisien dan canggih di tengah persaingan ketat antar perusahaan teknologi menjelang libur Tahun Baru Imlek.Model GLM-5 ini memiliki jumlah parameter sebesar 744 miliar, hampir dua kali lipat dari model sebelumnya, GLM-4.7, yang hanya memiliki 355 miliar parameter. Selain itu, GLM-5 juga dilatih dengan data sebesar 28,5 triliun token, yang membuatnya mampu memahami dan menjalankan proses coding dengan lebih baik.Salah satu inovasi penting dari GLM-5 adalah penggunaan arsitektur baru yang disebut DeepSeek Sparse Attention, yang pertama kali diperkenalkan oleh startup yang berasal dari Hangzhou, DeepSeek. Arsitektur ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi komputasi sekaligus menekan biaya produksi model.Menurut hasil tes internal yang dilakukan oleh Zhipu AI, model GLM-5 berhasil mengungguli Google DeepMind dengan model Gemini 3 Pro dalam beberapa penilaian terkait kemampuan coding dan performa agentik. Meski begitu, model ini masih belum mampu melampaui kemampuan model Claude dari Anthropic yang dianggap sebagai model coding terbaik saat ini.GLM-5 sudah tersedia untuk digunakan melalui situs resmi Zhipu, dan lebih menariknya lagi, model ini juga telah dibuka secara terbuka di GitHub dan platform Hugging Face sehingga para pengembang dan peneliti bisa mengakses dan memanfaatkannya secara luas.