Mengenal Sinkhole dan Cara Mengantisipasinya di Wilayah Batugamping
Courtesy of CNBCIndonesia

Mengenal Sinkhole dan Cara Mengantisipasinya di Wilayah Batugamping

Memberikan pemahaman tentang fenomena sinkhole dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat serta pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bahaya sinkhole melalui pendekatan ilmiah dan teknologi survei geofisika.

11 Feb 2026, 15.20 WIB
15 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Sinkhole merupakan fenomena yang sering terjadi di daerah dengan lapisan batugamping.
  • Pentingnya survei geofisika untuk mendeteksi potensi sinkhole dan mencegah bencana.
  • Kualitas air dalam sinkhole perlu dianalisis sebelum digunakan untuk konsumsi.
Indonesia - Fenomena sinkhole, atau lubang runtuhan tanah, semakin sering terjadi di Indonesia, khususnya di daerah dengan lapisan batugamping seperti Gunung Kidul dan Maros. Sinkhole terjadi karena lapisan batugamping di bawah tanah larut oleh air hujan yang bersifat asam, sehingga membentuk rongga kosong yang lama-kelamaan menyebabkan permukaan tanah runtuh.
Proses pembentukan sinkhole berlangsung lama tanpa tanda-tanda yang jelas di permukaan, sehingga sulit dideteksi secara visual. Air hujan mengandung karbon dioksida yang membuatnya bersifat asam dan mampu melarutkan batugamping, yang akhirnya menciptakan rongga bawah tanah yang melemahkan lapisan atas.
Untuk mengantisipasi bahaya sinkhole, ada metode survei geofisika seperti gayaberat, georadar, dan geolistrik yang dapat memetakan letak dan ukuran rongga di bawah permukaan tanah. Informasi ini penting agar pemerintah dan masyarakat dapat mengambil langkah preventif sebelum terjadi keruntuhan tanah.
Salah satu metode teknis untuk mencegah terbentuknya sinkhole adalah cement grouting, yaitu menyuntikkan semen atau bahan kimia ke dalam rongga di bawah tanah untuk mengisi dan memperkuat struktur batugamping. Proses ini dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak batuan sekitarnya dan memastikan stabilitas lapisan batugamping meningkat.
Masyarakat yang tinggal di atas lapisan batugamping perlu waspada bila mengalami perubahan aliran air permukaan secara tiba-tiba karena bisa menandakan adanya rongga bawah tanah. Pendekatan ilmiah dan teknologi survei geofisika sangat penting agar risiko bencana akibat sinkhole bisa diminimalkan dengan lebih baik.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260211132328-37-710191/fenomena-sinkhole-bermunculan-di-wilayah-ri-pertanda-apa

Analisis Ahli

Adrin Tohari
"Sinkhole adalah fenomena alami akibat pelarutan batugamping oleh air asam, dan mitigasi dapat dilakukan dengan teknik grouting dan survei geofisika untuk mengidentifikasi rongga di bawah permukaan."

Analisis Kami

"Fenomena sinkhole merupakan ancaman nyata yang sering diabaikan karena sulit dideteksi dari permukaan. Penerapan teknologi survei geofisika adalah langkah krusial yang harus diintegrasikan ke dalam tata ruang wilayah, terutama di daerah karst, untuk mencegah kerugian besar di masa depan."

Prediksi Kami

Dengan pemanfaatan teknologi survei geofisika dan metode grouting, mitigasi dan pencegahan sinkhole di daerah batugamping akan semakin efektif, tetapi risiko tetap ada jika tidak dilakukan pemantauan dan penanganan yang konsisten.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu sinkhole?
A
Sinkhole adalah fenomena alam berupa lubang runtuhan tanah yang terjadi akibat runtuhnya lapisan batugamping di bawah permukaan tanah.
Q
Apa yang menyebabkan terbentuknya sinkhole?
A
Sinkhole terbentuk karena proses pelarutan batugamping oleh air hujan yang mengandung asam, sehingga membentuk rongga di bawah tanah.
Q
Di mana saja daerah di Indonesia yang rawan sinkhole?
A
Beberapa daerah di Indonesia yang rawan sinkhole antara lain Gunung Kidul, Pacitan, dan Maros.
Q
Bagaimana cara mendeteksi keberadaan rongga yang bisa menyebabkan sinkhole?
A
Keberadaan rongga yang dapat menyebabkan sinkhole dapat dideteksi melalui survei geofisika menggunakan metode seperti gayaberat, georadar, dan geolistrik.
Q
Apa yang harus dilakukan jika aliran air permukaan tiba-tiba hilang?
A
Jika aliran air permukaan tiba-tiba hilang, perlu segera dilakukan investigasi karena hal ini bisa menunjukkan adanya rongga bawah tanah yang berpotensi memicu runtuhan.