TLDR
Fenomena sinkhole di Nagari Situjua Batua merupakan kejadian yang sering terjadi di daerah batu kapur. BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area yang berbahaya dan menjaga keselamatan. Pentingnya penanganan segera untuk mencegah kecelakaan akibat sinkhole yang muncul. Fenomena lubang tanah besar atau sinkhole kembali muncul di Nagari Situjuah Batua, Sumatera Barat, tepatnya di lahan persawahan milik warga. Lubang ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang mendengar suara gemuruh seperti ledakan. Ukuran lubang sangat besar dengan panjang sekitar 10 meter, lebar 7 meter, dan kedalaman mencapai 5,7 meter bahkan sampai 20 meter di bagian airnya.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota sudah turun tangan dengan memasang garis polisi di sekitar lubang untuk membatasi akses masyarakat agar tidak mendekat dan terhindar dari bahaya. BPBD juga terus mengimbau warga agar mematuhi himbauan tersebut demi keselamatan bersama.Menurut Ahli Geologi, Ade Edward, fenomena ini bukan hal baru di wilayah Situjuah Batua yang berbatu kapur. Batu kapur sangat mudah larut jika terkena air hujan. Hal ini membuat batuan mengalami retakan dan akhirnya membentuk lubang besar seperti yang terjadi saat ini. Warga setempat mengenal kejadian ini sebagai fenomena 'Sawah Luluih'.Ade Edward menyarankan pemerintah dan masyarakat untuk segera menutup lubang tersebut dengan material tanah, pasir, batu, atau pengecoran agar tidak membahayakan warga dan mencegah kemunculan lubang serupa. Dengan cara ini, potensi kecelakaan akibat lubang yang mendalam dapat dihindari.Kejadian ini menghebohkan warga Jorong Tepi dan sekitarnya, karena lubang muncul di tengah lahan sawah yang dikelola seorang petani bernama Adrolmios. Sejak muncul, diameter lubang semakin membesar, dan keberadaan air dalam lubang mencapai kedalaman sekitar 20 meter menambah kekhawatiran masyarakat tentang risiko yang ditimbulkan.